Bulletin of Applied Animal Research https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR <ul> <ul> <li><strong>ISSN</strong>: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1557378539&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2684-8007</a> (online)</li> <li><strong>ISSN</strong>: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1564640492&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2714-5395 </a>(print)</li> <li><strong>URL</strong>: <a href="https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR" target="_blank" rel="noopener">https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR</a></li> <li><strong>DOI</strong>: prefix <span class="id"><a href="https://doi.org/10.36423/baar.v3i2">10.36423</a></span></li> <li><strong>Publication Frequency:</strong> February and September</li> <li><strong>Scope:</strong> Bulletin of Applied Animal Research is publishing research Articles (Full-Length Original Scientific Papers) and Review on animal sciences, and related areas. Journal that encompasses a wide range of research areas including animal breeding and genetics, reproduction, feeding and nutrition, immunology, pathology, physiology, microbiology, biochemistry, ethology, Animal management and economics, behavior and welfare, biotechnology, and animal products. The journal in pigs, poultry, beef cattle, cows, goats and sheep, but the studies involving laboratory animal species that address fundamental questions related to livestock are also welcome.</li> <li><strong>Contact &amp; Submission Email:</strong> baar.fp@unper.ac.id</li> </ul> </ul> id-ID Copyright @2018 LP2M UNPER, ALL right reserved putridian@unper.ac.id (Putri Dian Wulansari, M.P.) rizkifeb94@gmail.com (Rizki Febriansyah) Fri, 30 Sep 2022 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Perbedaan Morfometri Kelinci New Zealand White Pada Jenis Kelamin dan Ketinggian Tempat yang Berbeda https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/956 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman morfomtrik kelinci New Zealand White berdasarkan se dan ketinggian tempat. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 ekor kelinci dengan umur bulan lebih. Penelitian ini dilakukan di lokasi dengan ketinggian yang berbeda yaitu pada dataran rendah di wilayah Pleret Bantul Yogyakarta dengan ketinggian 0-250 meter di atas permukaan laut, pada dataran sedang di kabupaten magelang, Kendal dan Semarang dengan ketinggian 250-750. meter di atas permukaan laut dan pada ketinggian yang terletak di daerah temanggung dengan ketinggian lebih dari 750 meter di atas permukaan laut. Parameter yang digunakan adalah panjang kepala, lebar kepala, panjang telinga, lebar telinga, lingkar dada, dada bagian dalam, lebar dada, panjang tulang femur, panjang ulna-radius, panjang tulang tibia, dan panjang badan. Data dianalisis dengan desain klasifikasi two way dan uji rata-rata Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ukuran tubuh yang signifikan (P&lt;0,05) antara jantan dan betina, yaitu pada lebar kepala, panjang telinga, lebar telinga, radius ulna panjang, dan panjang tulang skapula. Terdapat perbedaan (P&lt;0,05) ukuran tubuh kelinci di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi, tose terdapat pada lebar kepala, lebar telinga, lingkar dada, lebar dada, tampilan radius ulna, tulang skapula panjang, dan lebar pinggul sedangkan pada variabel panjang kepala, panjang tulang femur, panjang tulang tibia, dan panjang badan tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perbedaan ukuran tubuh yang signifikan antara jarak pandang dan ketinggian tempat.</p> <p><em>Kata kunci : New Zealand White, kelinci, keanekaragaman morfometrik</em></p> Nur Wakhid Salamudin, Edy Kurnianto, Sutopo Sutopo, Asep Setiaji Hak Cipta (c) 2022 https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/956 Thu, 04 Aug 2022 00:00:00 +0000 Perbedaan Konsentrasi Bahan Herbal Terhadap Derajat Keasaman, Kadar Air dan Kadar Lemak Telur Asin Herbal https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1052 <p>Telur merupakan salah satu bahan pangan yang berasal dari ternak unggas yang memiliki kandungan gizi tinggi namun mudah mengalami kerusakan karena daya tahan telur yang singkat. Salah satu solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan proses pengasinan terhadap telur menjadi produk telur asin. Telur asin yang ditambahkan bahan herbal pada media pengasinan diduga dapat memperpanjang daya tahan telur dan meningkatkan kualitas telur asin herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan herbal dengan konsentrasi yang berbeda terhadap kualitas telur asin herbal ditinjau dari derajat keasaman (pH), kadar air dan kadar lemak. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi 3 kombinasi bahan herbal yang digunakan terdiri atas bawang putih, daun salam, dan kayu secang masing-masing sebesar 0% (P0), 2,5% (P1), 5,0% (P2), 7,5% (P3), dan 10% (P4). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan bahan herbal berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap pH, sedangkan pada parameter kadar air dan kadar lemak tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05). Perlakuan P1 (2,5%) bahan herbal menghasilkan nilai pH yang sama dengan perlakuan kontrol.</p> Ridwan Fauzi; Putri Dian Wulansari, Andri Kusmayadi Hak Cipta (c) 2022 https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1052 Fri, 16 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Penambahan Bubuk Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Kadar Protein dan Total Padatan Keju Rendah Lemak https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1016 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan daun salam sebagai sumber fitokimia terhadap kadar protein dan total padatan keju rendah lemak. Materi penelitian yang digunakan antara lain lain susu <em>low fat</em> komersial, bubuk daun salam, kalsium klorida, susu skim bubuk, <em>rennet</em>, bakteri mesofilik sebagai starter, dan garam dapur. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan meliputi penambahan daun salam bubuk 0%; 0,25%; 0,5%; 0,75% dan 1%. Keju diperam selama satu minggu kemudian dianalisis protein dan total padatannya. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil menunjukkan penambahan bubuk daun salam berpengaruh tidak nyata terhadap protein dan total padatan. Rataan kandungan protein diperoleh sebesar 29,53±4,63% dan total padatan sebesar 42,21±2,26%. Penambahan daun salam dan bentuk bubuk hingga satu persen tidak menyebabkan perubahan pada kadar protein dan total padatan keju rendah lemak.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Keju, susu <em>low fat, </em>daun salam, kandungan protein, total padatan.</p> Ukhtun Wasliyah, Triana Setyawardani, Juni Sumarmono Hak Cipta (c) 2022 https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1016 Mon, 19 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Penambahan Bubuk Daun Salam (Syzygium polyanthum) dengan Persentase yang Berbeda terhadap Persentase Produk, Warna, dan Total Asam Laktat Keju Susu Rendah Lemak https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1021 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap pembuatan keju susu <em>low fat</em> yang ditambahkan bubuk daun salam dengan persentase yang berbeda terhadap persentase produk, warna, dan total asam laktat. Materi penelitian terdiri dari susu <em>low fat</em> komersial 20 liter, 100 g bubuk daun salam, 1 g bakteri mesofilik, 20 ml rennet cair, 400 g susu skim, 4 g CaCl<sub>2</sub>, 200 ml aquades, larutan NaOH 1 liter, indikator warna phenolptalein 50 ml. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi P0 : perlakuan tanpa penambahan bubuk daun salam, P1 : perlakuan penambahan bubuk daun salam 0,25%, P2 : perlakuan penambahan bubuk daun salam 0,50%, P3 : perlakuan penambahan bubuk daun salam 0,75%, P4 : perlakuan penambahan bubuk daun salam 1%. Hasil menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang sangat nyata dari penambahan tepung daun salam terhadap nilai L* dan a*, serta <em>whiteness index. </em> Persentase produk, nilai b*, dan total asam laktat tidak dipengaruhi oleh penambahan bubuk daun salam. Nilai total rataan persentase produk 13,57 ± 1,87; warna L* 42,47 ± 8,03; a* 3,78 ± 2,09; b* 22,66 ± 1,48; <em>whiteness index</em> 37,91 ± 7,24; dan total asam laktat 2,75 ± 0,55%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan bubuk daun salam dapat mengubah warna keju menjadi lebih gelap dan hijau tua.</p> Helmi Musyaffa Akmal, Juni Sumarmono, Triana Setyawardani Hak Cipta (c) 2022 https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1021 Mon, 19 Sep 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Penambahan Bubuk Bunga Telang (Clitoria Ternatea Linn) Terhadap Total Bakteri Asam Laktat, Kadar Asam Laktat dan Ph Whey Kefir Susu Kambing https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1022 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk bunga telang terhadap total bakteri asam laktat (BAL), kadar asam laktat dan pH <em>whey</em> kefir susu kambing<em>.</em> Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Penambahan bubuk bunga telang sebanyak 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% w/w susu. Variabel yang diukur adalah total BAL (CFU/ml), kadar asam laktat (%) dan pH whey kefir. Data penelitian yang diperoleh dianalisis variansi dan di uji lanjut menggunakan uji <em>orthogonal polynomial.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk bunga telang tidak mempengaruhi populasi BAL, berpengaruh nyata terhadap kadar asam laktat dan berpengaruh sangat nyata pada pH <em>whey </em>kefir susu kambing. Populasi BAL pada whey antara 9,23±0,09 log CFU/ml hingga 10,23±1,14 log CFU/ml, kadar asam laktat 1,29±0,36% sampai 2,19±0,66% dan pH antara 3,50±0,36 sampai dengan 3,68±0,37. Penambahan bubuk bunga telang pada <em>whey</em> kefir susu kambing dapat meningkatkan kandungan asam laktat dan menurunkan nilai pH <em>whey</em> kefir susu kambing, tanpa menghambat pertumbuhan BAL. Penambahan bubuk bunga telang disarankan sebanyak 0,5% (w/w) dari total susu kambing yang digunakan untuk membuat kefir.</p> Ajizah Khoirul Ummah, Juni Sumarmono, Agustinus Hantoro Djoko Rahardjo Hak Cipta (c) 2022 https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1022 Mon, 19 Sep 2022 00:00:00 +0000 Analisis Pendapatan Pedagang Kambing di Pasar Hewan Silir Kota Surakarta https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1069 <p>Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapatan pedagang kambing dan jenis kmbing yang paling menguntungkan. Kota Surakarta memiliki beberapa pasar tradisional yang digunakan untuk jual beli kambing khususnya di Kecamatan Pasar Kliwon terdapat Pasar Silir.Pasar Silir Surakarta merupakan salah satu pasar hewan kambing yang potensial untuk jual beli kambing.Responden pada penelitian ini sebanyak 40 pedagang kambing. Penelitian dilakukan di Pasar Hewan Silir Kota Surakarta pada bulan Desember-Januari 2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, metode survey (studi kasus). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendapatan pedagang kambing rata rata Rp. 17.000.000 perbulan dengan penjualan 60-70ekor perbulan dan Keuntungan perekorkambing Peranakan etawa Rp.283.140, Kacang Rp.236.890, Bakalan jantan Rp. 301.890, Babon bawa anak Rp.428.140, Dere Rp.334.390, Cempe Rp.171.890 dan kambing buntuing Rp.304.390 pendapatan perekor kambing yang paling tinggi yaitu babon bawa anak.Efisiensi pemasaran dipasar silir kurang dari 100% sehingga pemasaran di Pasar Hewan Silir efisien. kambing terbanyak keuntungan perekornyayaitu kambing babon bawa anak.</p> <p>Kata kunci : Pendapatan, Pedagang Kambing, Pasar Silir</p> Abdul Hakim, Puji Puji, Sidiq Nur, Agung Mugi Widodo, Putri Awaliya Dughita, Andri Haryono A K Hak Cipta (c) 2022 https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1069 Mon, 19 Sep 2022 00:00:00 +0000 Analisis Usaha Ayam Ras Petelur dengan Sistem Kandang Berbeda di PT. As Putra Group Kuningan https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1073 <p>Penelitian ini dilaksanakan di PT. AS Putra Group Kuningan, mulai tanggal 8 Maret sampai dengan 10 April 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha ayam ras petelur dengan sistem kandang berbeda yaitu kandang sistem open house dan sistem close house. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dibantu dengan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian di PT. AS Putra Group Kuningan selama satu periode produksi (14 bulan) pendapatan usaha sistem close house Rp 8.251.431.862 dengan skala usaha 92.000 ekor daripada sistem open house Rp 4.139.136.605,15 dengan skala usaha 57.000 ekor atau keuntungan per ekor pada kandang close house sebesar Rp 89.689 &gt; Rp 72.616 pada kandang open house. Berdasarkan hasil perhitungan dari dua sistem pemeliharaan didapat nilai R/C rasio kandang close house sebesar 1,30 &gt; 1,23 pada kandang open house, B/C rasio kandang close house sebesar 0,30 &gt; 0,23 pada &nbsp;kandang open house, BEP produksi pada kandang close house sebesar 1.294.538,7 kg dan 847.897,5 kg pada kandang open house, BEP harga pada kandang open house sebesar Rp 17.622,2 &gt; Rp 17.552,6 pada kandang close house dan PP kandang &nbsp;open house sebesar 2,2 periode yaitu 30,8 bulan &lt; 2,65 periode atau 37,1bulan pada kandang close house. Meskipun kandang close house lebih lama 6,3 bulan PP nya namun karena umur ekonomisnya lebih lama (20 tahun) dibandingkan open house (10 tahun) maka kandang close house lebih menguntungkan. Dari hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa usaha ayam ras petelur di PT. AS Putra Group Kuningan lebih menguntungkan dengan sistem close house.</p> Ulfa Indah Laela Rahmah, Triasih Triasih, Oki Imanudin Hak Cipta (c) 2022 https://e-journal.unper.ac.id/index.php/BAAR/article/view/1073 Mon, 19 Sep 2022 00:00:00 +0000