Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dalam Penanganan Limbah Shuttlecock
DOI:
https://doi.org/10.36423/jec.v8i1.2552Abstrak
Penumpukan limbah shuttlecock dari industri menyebabkan kerusakan alam. Hal ini perlu adanya pengarahan kepada masyarakat tentang bahaya limbah shuttlecock yang sulit terurai akibat kandungan dari bulunya. Produk briket menjadi alternatif solusi untuk mengurangi limbah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dari masyarakat terkait penanganan limbah shuttlecock. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendidikan masyarakat dengan menyelenggarakan penyuluhan berbasis pre-test dan post-test. Pelaksanaan kegiatan bertempat di salah satu rumah perajin usaha shuttlecock. Jumlah responden yang ada sebanyak dua puluh enam orang dengan status sebagai karyawan di rumah usaha. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan sebesar 57,69% menyatakan limbah shuttlecock dapat dibuat produk lain dan sebesar 42,307% menyatakan diolah kembali. Pengetahuan masyarakat dalam mengolah limbah shuttlecock menjadi briket masih tergolong baru sehingga terjadi peningkatan pengetahuan dari 73,076% yang menyatakan tidak pernah mendengar kata briket menjadi 80,769% menyatakan limbah shuttlecock dapat dijadikan briket. Peningkatan pengetahuan terkait penanganan limbah diharap dapat meningkatkan nilai ekonomis limbah shuttlecock dibanding hanya untuk dijual ke penampung limbah.
Referensi
Adipratama, M. R., Setiawan, R., & Fauji, N. (2021). Hasil Pengujian Proksimasi Dan Gas Buang Pada Briket Campuran Limbah Serutan Kayu, Sekam Padi Dan Bulu Ayam. Jurnal Teknik Mesin, 14(1), 34. http://ejournal2.pnp.ac.id/index.php/jtm
Adistia, N. A., Nurdiansyah, R. A., Fariko, J., Vincent, & Simatupang, J. W. (2020). POTENSI ENERGI PANAS BUMI, ANGIN, DAN BIOMASSA MENJADI ENERGI LISTRIK DI INDONESIA. TESLA: Jurnal Teknik Elektro, 22(2), 106. https://doi.org/https://doi.org/10.24912/tesla.v22i2.9107
Andriani, Y., Pratama, R. I., & Aisyah. (2024). Peningkatan Kualitas Limbah Bulu Ayam Sebagai Bahan Pakan Ikan dengan Metode Fermentasi Menggunakan Bakteri. Journal Of Fish Nutrition, 4(2), 69–81. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/jfn.v4i2.5335
Dialazta, W., Meilina, R., & Soedjoko, D. K. H. (2023). PENGARUH DISIPLIN KERJA, INSENTIF KERJA, DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PABRIK PEMBUATAN SHUTTLECOCKDI DESA SUMENGKO, KECAMATAN SUKOMORO, NGANJUK. Simposium Manajemen Dan Bisnis II, 2, 1387. https://doi.org/10.29407/zw7wh295
Ferawati, Ferichani, M., & Barokah, U. (2021). ANALISIS USAHA INDUSTRI SHUTTLECOCK (by PRODUK PETERNAKAN) DI KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO. AGRISTA, 9(2), 81–89.
Mujiadi. (2023). BUILDING CIVILIZATION IN THE ERA OF GLOBALIZATION BASED ON SCIENCE & DA’WAH. Jurnal Syntax Transformation, 4(2), 153–163. https://doi.org/https://doi.org/10.46799/jst.v4i9.786
Muliasari, H., Ananto, A. D., Annisa, B. S., Hidayat, L. H., & Puspitasari, C. E. (2021). Edukasi dan sosialisasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat) dengan metode CBIA. INDRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 53–57. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/indra.v2i2.131
Muzakky, A., Maulana, F. A., Rizqi, M. U. N., Rizqy, M. I., & Khairil, A. S. (2025). ARANG BRIKET : ALTERNATIF ENERGI YANG RAMAH LINGKUNGAN. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(2), 353–355. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i2.3847
Renggarsari, R. R., Garside, A. K., Rosiani, T. Y., & Saputro, T. E. (2023). Integration of Lean Six Sigma and Theory of Inventive Problem Solving for Minimizing Waste in Shuttlecock Industry. JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI, 22(2), 239–250. 10.23917/jiti.v22i2.23012
Ummah, R. (2022). Aspek Moral dalam Sains untuk Menjaga Keseimbangan Alam. Exact Papers in Compilation (EPiC), 4(1), 483–486. https://doi.org/10.32764/epic.v4i1.658
Umroningsih. (2022). Limbah Cair Menyebabkan Pencemaran Lingkungan. Jurnal Ilmu Sosial, 1(7), 650.