Peningkatan Pendapatan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Ela Sagu dan Aplikasinya pada Tanaman Sayuran di Desa Tawari Kotamadya Ambon
DOI:
https://doi.org/10.36423/jec.v8i2.2629Abstract
Sago Palm in often utilized for its starch, mean while the inside fibre material of sago palm is a waste as left-over. Cattle dung as an activator in composting is usually found easily, because there are many cattles as livestocks. Because the sago palm waste and cattle dung are not effectively used, there are problems such as bad odor and environmental pollution. This science and technology application aimed to improve the knowledge and skill of cattlestock housewive farmers who are involued in a PKK group in Tawiri village on the palm sago waste composting as a fertilizer for vegetable production and to increase family income. The method used were extension, training and application of the compost on the farmer’s field by planting water spinach. The result of the extension of composting showed that the minimum knowledge of participants increased after following the lecture, meanwhile the final evaluation showed that the participants are able to make compost from sago palm waste and have seen the benefit of sago palm compost on the soil fertility and water spinach production.
References
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik peternakan Indonesia. Jakarta: BPS.
FAO. (2013). Organic agriculture: a guide to sustainable farming. Rome: Food and Agriculture Organization.
Hardjowigeno, S. (2007). Ilmu tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Hasanudin. (2003). Peningkatan ketersediaan dan serapan N dan P serta hasil tanaman jagung melalui inokulasi mikoriza, Azotobacter dan bahan organik pada Ultisols. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 5(2), 83-89.
Kaya, E. (2009). Ketersediaan fosfat, serapan fosfat dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) akibat pemberian bokashi ela sagu dengan pupuk fosfat pada Ultisols. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 9(1), 30-36.
Kaya, E., & Buton, A. (2020). Pengaruh kompos ela sagu dengan mikroorganisme antagonis terhadap kemasaman, P-tersedia dan N-total tanah pada Ultisols. Jurnal Budidaya Pertanian, 16(2), 118-123.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Strategi nasional pengelolaan limbah organik. Jakarta: KLHK.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2019). Pedoman teknis pembuatan dan pemanfaatan kompos. Jakarta: Direktorat Jenderal PSP.
Luanmase, N. (2005). Profil peternakan sapi bali di Kecamatan Teluk Ambon Baguala. Skripsi. Universitas Pattimura, Ambon.
Matulessy, E. (2006). Pengaruh lumpur laut dan ela sagu terhadap P-tersedia tanah, serapan P, dan pertumbuhan jagung (Zea mays L.) pada tanah Podsolik. Skripsi. Universitas Pattimura, Ambon.
Nugroho, K., & Siregar, H. (2018). Peran kelompok wanita tani dalam pengembangan pertanian pekarangan. Jurnal Penyuluhan, 14(1), 1–10.
Rahmawati, N., & Hidayat, T. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan pupuk organik cair. Jurnal JAMALI, 4(1), 33–40.
Sari, D. A., & Wulandari, R. (2022). Pemanfaatan pupuk organik cair dari limbah dapur rumah tangga. Jurnal Mallomo, 5(2), 45–52.
Sulastri, E., & Suryanto, D. (2015). Pemanfaatan limbah pertanian untuk pupuk organik cair. Jurnal Agro Inovasi, 4(2), 123–130.
Sutanto, R. (2002). Penerapan pertanian organik: konsep dan pengembangannya. Yogyakarta: Kanisius.
Suyanto, S., & Arifin, B. (2017). Pemanfaatan limbah organik untuk pertanian berkelanjutan. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 8(2), 55–62.
Widiyanto, T., & Mulyani, S. (2016). Efektivitas EM-4 dalam proses pengomposan limbah pertanian. Jurnal Teknologi Pertanian, 11(1), 22–30.
Yuliana, E., & Prasetyo, B. (2020). Pengaruh POCET terhadap pertumbuhan tanaman sayuran di pekarangan. Jurnal Agrokreatif, 3(3), 21–29.


