TOKSISITAS AKUT DAN LETHAL DOSE (LD50) EKSTRAK BUAH WALAY (Meistera chinensis) ASAL SULAWESI TENGGARA TERHADAP MENCIT (Mus musculus)

Authors

  • Musdalipah Musdalipah Politeknik Bina Husada Kendari
  • Agung Wibawa Mahatya Yodha Politeknik Bina Husada Kendari
  • Karmilah Politeknik Bina Husada Kendari
  • Selfyana Austin Tee Politeknik Bina Husada Kendari
  • Reymon Politeknik Bina Husada Kendari
  • Nur Saadah Daud Politeknik Bina Husada Kendari
  • Muh. Azdar Setiawan Politeknik Bina Husada Kendari
  • Esti Badia Politeknik Bina Husada Kendari
  • Agustini Politeknik Bina Husada Kendari

DOI:

https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v5i2.1039

Keywords:

Lethal dose, buah walay (Meistera chinensis), Sulawesi Tenggara, toksisitas

Abstract

Buah walay (Meistera chinensis) mengandung senyawa fenolat, flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, dan saponin. Beberapa metabolit sekunder, termasuk triterpenoid dan flavonoid, memiliki potensi sebagai antioksidan, antibakteri dan toksisitas. Berdasarkan penelitian sebelumnya dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test ekstrak buah Meistera chinensis memberikan efek sangat toksik dengan IC50 dari 5,02 ± 1,11 mg/mL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik yang ditimbulkan dari ekstrak buah walay ditinjau dari penentuan nilai LD50. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Penentuan kategori toksisitas berdasarkan Generally Recognized As Safe/GRAS dan perhitungan LD50 menggunakan Reed-Muench Penelitian menggunakan ekor mencit yang dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol diberi Na-CMC 0,5 % dan kelompok perlakuan diberi ekstrak buah dengan dosis 50 mg/KgBB; 500 mg/KgBB; 5000 mg/KgBB dan 15.000 mg/KgB Rute pemberian yang digunakan adalah secara oral. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah gejala toksik yang timbul dan nilai LD50 yang diperoleh berdasarkan perhitungan jumlah hewan uji yang mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah walay  memberikan gejala toksik berupa penurunan aktivitas gerak, laju nafas cepat serta tremor dan nilai LD50 adalah 865,765 mg/KgBB (Toksisitas ringan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah walay (Meistera chinensis) memiliki efek toksik ringan.

References

Al-Enazi, N. M. (2018). Phytochemical screening and biological activities of some species of alpinia and Convolvulus plants. International Journal of Pharmacology, 14(3), 301–309. https://doi.org/10.3923/ijp.2018.301.309

Bourhia, M., Lahmadi, A., Achtak, H., Touis, A., Elbrahmi, J., Ullah, R., Shahat, A. a., Mahmood, H. M., Aboudkhil, S., Benbacer, L., & Khlil, N. (2019). Phytochemical analysis and toxicity study of aristolochia paucinervis rhizomes decoction used in moroccan alternative medicine: Histopathological and biochemical profiles. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2019. https://doi.org/10.1155/2019/1398404

BPOM RI. (2014). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pedoman Uji Toksisitas Nonklinik Secara In Vivo. https://peraturanpedia.id/peraturan-badan-pengawas-obat-dan-makanan-nomor-7-tahun-2014/?quad_cc

Chan, E. W. C., Lim, Y. Y., & Wong, S. K. (2011). Phytochemistry and pharmacological properties of Etlingera elatior: A review. Pharmacognosy Journal, 3(22), 6–10. https://doi.org/10.5530/pj.2011.22.2

Downloads

Published

2022-08-31