AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI DAUN PUCUK MERAH Syzygium myrtifolium (Roxb.) Walp. TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus DENGAN METODE MIKRODILUSI M07-A6 CLSI

Authors

  • Suryana Shendi Universitas Garut
  • Hermawan Belya Anindia Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Garut, Indonesia
  • Ramadhanty Dea Aulia Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Garut, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2433

Keywords:

Antimikroba, Daun Pucuk Merah, Konsentrasi Hambat Minimum

Abstract

Tanaman pucuk merah (Szygium myrtifolium) memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antimikroba fraksi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) terhadap bakteri patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas antibakteri diuji melalui metode difusi cakram dan mikrodilusi 96-sumur dengan tiga kali replikasi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas paling efektif, menghasilkan zona hambat terbesar mencapai 16,5 mm terhadap S. aureus dan 16,3 mm terhadap E. coli pada konsentrasi 40%. Nilai KHM terendah diperoleh sebesar 3,12% pada fraksi etil asetat dan n-heksana terhadap S. aureus, sedangkan KHM untuk E. coli pada seluruh fraksi adalah 6,25%. Fraksi etil asetat merupakan fraksi yang paling efektif, memberikan penghambatan yang lebih kuat pada kedua bakteri uji dibandingkan fraksi lainnya. Penelitian lebih lanjut sangat disarankan untuk fokus pada isolasi senyawa aktif spesifik dari fraksi ini dan melakukan uji toksisitas untuk memastikan keamanannya untuk pengembangan farmasi.

References

Aurelio, M., Junior, D., Edzang, R. W. N., Catto, L., & Raimundo, J. (2022). Quinones as an Efficient Molecular Scaffold in the Antibacterial / Antifungal or Antitumoral Arsenal.

Cockerill, F. R., Wikler, M. A., Alder, J., Dudley, M. N., Eliopoulos, G. M., Ferraro, M. J., Hardy, D. J., Hecht, D. W., Hindler, J. A., Patel, J. B., Powell, M., Swenson, J. M., Thomson, R. B., Traczewski, M. M., Turnbrighe, J. D., Weinstein, M. P., & Zimmer, B. L. (2012). Methods for Dilution Antimicrobial Susceptibility Tests for Bacteria That Grow Aerobically. In M07-a9 (Vol. 32, Issue 2). https://cir.nii.ac.jp/crid/1573105974106684288.bib?lang=en

Desrini, S. (2015). Resistensi Antibiotik, Akankah Dapat Dikendalikan ? Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 6(4), i–iii. https://doi.org/10.20885/jkki.vol6.iss4.art1

Downloads

Published

2025-12-31