AKTIVITAS INHIBISI α-AMILASE EKSTRAK ETANOL DAN BERBAGAI FRAKSI KULIT BATANG MAHONI (Swietenia mahagoni (L.) Jacq)

Authors

  • Qowiyyah Atun Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Garut, Indonesia
  • Kartika Dita Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Garut, Indonesia
  • Febriani Deswita Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Garut, Indonesia
  • Haq Fikri Rijalul Jurusan Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Garut, Indonesia
  • Abdullah Fajar Fauzi Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Garut, Garut, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-1647-453X

DOI:

https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2492

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) ialah penyakit yang dicirikan hiperglikemia kronis akibat sekresi dan/atau kerja insulin yang tidak adekuat. Salah satu strategi pengendalian kadar glukosa darah adalah melalui penghambatan enzim pencerna karbohidrat seperti α-amilase. Studi literatur menunjukkan tumbuhan mahoni memiliki aktivitas antidiabetes in vitro maupun in vivo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas inhibisi enzim α-amilase ekstrak etanol dan berbagai fraksi kulit batang mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) dan menentukan nilai IC₅₀-nya. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi simplisia kulit batang mahoni dengan etanol 96%, kemudian fraksinasi dengan metode ekstraksi cair–cair menggunakan etil asetat, n-heksan, n-butanol, serta air. Uji inhibisi α-amilase dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan reagen 3,5-dinitrosalisilat untuk mengukur produk gula pereduksi yaitu maltosa. Akarbose digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas inhibisi α-amilase dari ekstrak etanol maupun fraksi kulit batang mahoni dengan IC₅₀ fraksi etil asetat sebesar 0,68 µg/mL; diikuti oleh ekstrak etanol (IC₅₀ = 9,02 µg/mL); fraksi air (IC₅₀ = 9,36 µg/mL); fraksi n-butanol (IC₅₀ = 16,59 µg/mL); dan fraksi n-heksan (IC₅₀ = 379,035 µg/mL); dibandingkan dengan akarbose (IC₅₀ = 1,896 µg/mL). Fraksi etil asetat kulit batang mahoni menunjukkan aktivitas inhibisi α-amilase yang paling tinggi dibanding ekstrak etanol atau fraksi lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat kulit batang mahoni berpotensi sebagai inhibitor α-amilase alami untuk pengendalian kadar glukosa darah.

References

Adiputra, R. (2023). Efek samping penggunaan obat anti diabetes jangka panjang : sebuah meta analisis. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 3951–3959.

Ahmad, A. R. (2019). MAHONI (swietenia mahagoni (L.) Jacq) Herbal Untuk Penyakit Diabetes. In MAHONI (Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Herbal Untuk Penyakit Diabetes (Vol. 11, Issue 1).

Downloads

Published

2025-12-29