FORMULASI DAN KARAKTERISASI HARD DAN GUMMY CANDY MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI Monascus purpureus

Authors

  • Yuliana Anna Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul (ID Scopus: 57192715936)
  • Hendari Melliany Rosna Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Hidayat Taufik Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada
  • Eff Aprilita Rina Yanti Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul

DOI:

https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v9i1.2646

Keywords:

Angkak, Monascus purpureus, candy, hard, gummy

Abstract

Angkak merupakan beras yang difermentasi oleh Monascus purpureus dan diketahui menghasilkan pigmen alami berwarna kuning, jingga, dan merah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik hard candy dan gummy candy yang diformulasikan dengan ekstrak angkak sebagai pewarna alami. Hard candy dan gummy candy dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak angkak sebesar 1,0;1,5; dan 2,0%. Karakterisasi produk yang dilakukan meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, kadar air, tekstur (kekerasan dan kekenyalan), angka lempeng total (ALT), serta uji hedonik. Mengacu pada standar SNI, hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula hard candy dan gummy candy memiliki karakteristik warna, rasa, aroma, dan bentuk yang dapat diterima. Uji keseragaman bobot dan angka lempeng total memenuhi persyaratan mutu, serta kadar air berada di bawah batas maksimum. Uji kekerasan hard candy memenuhi kriteria, namun beberapa formula gummy candy belum memenuhi parameter kekenyalan. Berdasarkan uji hedonik, formula dengan konsentrasi ekstrak angkak 1,5% baik pada hard candy maupun gummy candy paling disukai panelis. Dengan demikian, ekstrak angkak berpotensi digunakan sebagai pewarna alami dalam produk permen (candy).

References

Aisiyah, S. (2022). Optimasi sediaan gummy candy parasetamol dengan variasi konsentrasi gelatin dan gliserin menggunakan metode simplex lattice design. Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 11(2), 13–22. https://doi.org/10.37013/jf.v11i2.211

Alfaridz, F., & Amalia, R. (2018). Klasifikasi dan aktivitas farmakologi dari senyawa aktif flavonoid. Farmaka, 16(3), 1–9.

Amaria, E. F., & Luliana, S. (2016). Formulasi sediaan gummy candies ekstrak herba pegagan (Centella asiatica) menggunakan pektin dari daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers). Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 5(1), 1–9.

Andriani, E. F., Luliana, S., & Siska, D. (2021). Formulasi sediaan gummy candies ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri Linn.). Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran, 5(1), 1–11.

Atma, Y. (2016). Angka lempeng total (ALT), angka paling mungkin (APM), dan total kapang khamir sebagai metode analisis sederhana untuk menentukan standar mikrobiologi pangan olahan posdaya. Jurnal Teknologi, 8(2), 77–83. https://doi.org/10.24853/jurtek.8.2.77-83

Boleng, M. S. O., & Fidyasari, A. (2020). Mutu fisik, angka lempeng total, angka kapang/khamir, dan kadar air pada permen cokelat probiotik sirsak gunung (Annona montana Macf.). Jurnal Mikrobiologi, 3(2), 1–35.

Faisal, M., Novianti, K. P., & Ramadhan, A. M. (2023). Formulasi dan evaluasi nutrasetikal gummy candy dari ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) dengan kombinasi madu hutan (Apis dorsata) sebagai antioksidan. Jurnal Sains dan Kesehatan, 5(6), 1027–1034. https://doi.org/10.25026/jsk.v5i6.2218

Lailia, R. P., & Kentjonowaty, I. (2023). Pengaruh Lama Simpan Yoghurt Susu Kambing dengan Penambahan Sari Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) terhadap Total Mikroba dan Uji Organoleptik. Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal), 6(01).

Mauliza, S., & Dalimunthe, G. I. (2022). Formulation and evaluation of hard candy from sweet orange (Citrus sinensis (L.) Osbeck) as a nutraceutical. International Journal of Science, Technology & Management, 3(5), 1465–1470. https://doi.org/10.46729/ijstm.v3i5.611

Missy, F., Fahrurroji, A., Nugraha, F., & Anastasia, D. S. (2024). Kinetic optimization of angkak–red ginger extraction and its impact on antioxidant activity. [Nama jurnal tidak tercantum], 13(2).

Pamungkas, E. M. P., Dewi, L., & Tapilouw, M. C. (2022). Penambahan angkak (Monascus purpureus) pada tempe dalam peningkatan antioksidan. Teknologi Pangan: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 13(2), 144–155. https://doi.org/10.35891/tp.v13i2.2923

Puspita, D., Putri, I. K., Al-Janati, F. H., & Mulyanto, M. M. (2020). Isolasi, identifikasi pigmen, dan analisis aktivitas antioksidan pigmen Monascus. Jurnal Biologi Papua, 12(2), 102–108. https://doi.org/10.31957/jbp.1148

Rashati, D., Christiningtyas Eryani, M., & Akademi Farmasi Jember. (2019). Formulasi dan uji stabilitas gummy candies buah naga (Hylocereus polyrhizus) dengan variasi konsentrasi gelatin dan karagenan sebagai gelling agent. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, 5(2), 58–64.

Rosidah, I., Zainuddin, Z., Agustini, K., Bunga, O., & Pudjiastuti, L. (2020). Standardisasi ekstrak etanol 70% buah labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.). Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian, 7(1), 13–20. https://doi.org/10.22236/farmasains.v7i1.4175

Shaleha, R. R., Yuliana, A., & Mulyana, S. D. (2022). Study in silico of pigment derivative compounds from Monascus sp. as anticorona virus candidates. Acta Scientific Microbiology, 5(10), 87–108. https://doi.org/10.31080/asmi.2022.05.1155

Singgih, M., Permana, B., Maulidya, S. A. I., & Yuliana, A. (2019). Studi in silico metabolit sekunder kapang Monascus sp. sebagai kandidat obat antikolesterol dan antikanker. Alchemy: Jurnal Penelitian Kimia, 15(1), 104–123. https://doi.org/10.20961/alchemy.15.1.25294.104-123

Veninda, H. R., Belinda, A. M., Khairunnisa, K. Q., Muhaimin, M., & Febriyanti, R. M. (2023). Karakterisasi simplisia dan skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder daun bebuas (Premna serratifolia L.). Indonesian Journal of Biological Pharmacy, 3(2), 63–70. https://doi.org/10.24198/ijbp.v3i2.43576

Yulia, M., Azra, F. P., & Ranova, R. (2022). Formulasi hard candy dari sari buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia), madu (Mel depuratum), dan kayu manis (Cinnamomum burmannii) berdasarkan perbedaan sirup glukosa. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(1), 89–100. https://doi.org/10.33759/jrki.v4i1.212

Yuliana, A., Fitriaji, H. S. P., Mukhaufillah, S., & Rizkuloh, L. R. (2020). In silico study on antidiabetic compound candidates from azaphilone Monascus sp. Microbiology Indonesia, 14(2), 52–65. https://doi.org/10.5454/mi.14.2.2

Downloads

Published

2026-03-10