PERBANDINGAN AKTIVITAS EKSTRAK AIR DAN ETANOL RUMPUT KEBAR (Biophytum petersianum Klotzsch) SEBAGAI NITRIT OKSIDA INHIBITOR

Authors

  • Suryani Suryani Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, indonesia https://orcid.org/0000-0001-7416-900X
  • Damayanti Riska 1Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Indonesia
  • Sukandar Elin Yulinah Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-3540-012X

DOI:

https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v9i1.2766

Keywords:

Biophytum petersianum Klotzsch, Nitrit Oksida, Antioksidan, Flavonoid, Stres Nitrostatif

Abstract

Stres nitrosatif yang dimediasi oleh nitric oxide (NO) berlebih berkontribusi pada patogenesis berbagai penyakit degeneratif dan inflamasi kronis. Rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) merupakan tanaman obat asal Papua yang memiliki potensi antioksidan, namun data komparatif efektivitas pelarut air dan etanol dalam menghambat aktivitas NO masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas ekstrak air dan ekstrak etanol rumput kebar sebagai nitrit oksida inhibitor serta menentukan profil fitokimianya. Herba rumput kebar diekstraksi menggunakan metode perebusan (air) dan maserasi (etanol 96%). Analisis fitokimia dilakukan melalui skrining kualitatif dan kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan aktivitas penghambatan NO diuji menggunakan metode sodium nitroprusside (SNP) dengan reagen Griess. Hasil menunjukkan ekstrak air memiliki rendemen 3,43% berbentuk serbuk cokelat, sedangkan ekstrak etanol memiliki rendemen 15,91% berupa ekstrak kental hijau kehitaman. Keduanya teridentifikasi mengandung flavonoid, tanin, dan polifenol. Uji aktivitas menunjukkan ekstrak air memiliki nilai IC₅₀ sebesar 71,55 ± 5,57 µg/mL dan ekstrak etanol sebesar 165,90 ± 10,65 µg/mL. Ekstrak air menunjukkan aktivitas penghambatan NO sekitar 2,32 kali lebih kuat dibandingkan ekstrak etanol. Temuan ini menyimpulkan bahwa ekstrak air rumput kebar merupakan inhibitor NO yang lebih potensial, sehingga air dapat dipertimbangkan sebagai pelarut yang lebih efektif untuk aplikasi farmakologis terkait stres nitrosatif.

References

Abubakar, A. R., & Haque, M. (2020). Preparation of Medicinal Plants: Basic Extraction and Fractionation Procedures for Experimental Purposes. Journal of Pharmacy & Bioallied Sciences, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.4103/jpbs.JPBS_175_19

Al-Khayri, J. M., Sahana, G. R., Nagella, P., Joseph, B. V., Alessa, F. M., & Al-Mssallem, M. Q. (2022). Flavonoids as Potential Anti-Inflammatory Molecules: A Review. Molecules, 27(9), 2901. https://doi.org/10.3390/molecules27092901

Aminudin, A., Andarwulan, N., Palupi, N. S., & Arifiantini, I. (2020). Characteristics and Antioxidant Activity of Kebar Grass (Biophytum petersianum) Extract. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 12(2), 178–185. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v12i2.23820

Aminudin, A., Andarwulan, N., Palupi, N. S., & Arifiantini, R. I. (2022). Identification of antioxidant bioactive compounds as potential functional food ingredient from kebar grass (Biophytum petersianum) by metabolomic approach. Food Science and Technology, 42, e71520. https://doi.org/10.1590/fst.71520

Can, Z., Keskin, B., Üzer, A., & Apak, R. (2022). Detection of nitric oxide radical and determination of its scavenging activity by antioxidants using spectrophotometric and spectrofluorometric methods. Talanta, 238(Pt 1), 122993. https://doi.org/10.1016/j.talanta.2021.122993

Downloads

Published

2026-04-29