POTENSI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGIS KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN ARABICA (Coffea arabica) SEBAGAI AGEN ANTI-INFLAMASI: TINJAUAN SISTEMATIS DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK
DOI:
https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v9i2.2823Keywords:
Antiinflamasi, Asam Klorogenat, Ekstrak Kopi, Fitokimia, KafeinAbstract
Peradangan kronis merupakan pemicu utama berbagai penyakit degeneratif yang memerlukan intervensi nutrisi strategis. Kopi diyakini memiliki potensi farmakologis sebagai agen anti-inflamasi, namun perbandingan efikasi antar spesies dan mekanisme molekulernya perlu dipetakan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi anti-inflamasi kopi melalui desain metode campuran yang mengintegrasikan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Mengacu pada protokol PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus (periode 2016–2026), yang kemudian diekstraksi menjadi 11 artikel eksperimental utama mencakup studi spesies-spesifik maupun studi pendukung mekanistik pada senyawa bioaktif kunci dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil pemetaan bibliometrik menunjukkan pergeseran tren riset menuju pembuktian mekanistik tingkat molekuler. Sintesis kualitatif mengindikasikan bahwa kopi Robusta (Coffea canephora) berpotensi memiliki efikasi terapeutik yang lebih unggul dibandingkan Arabika (Coffea arabica) berkat densitas asam klorogenat (CGA) yang lebih tinggi, meskipun bukti bioaktivitas langsung pada Robusta masih terbatas dibandingkan Arabika. Secara mekanistik, matriks senyawa kopi bekerja sinergis dengan menekan aktivasi kompleks TLR4/MyD88 dan menghambat jalur persinyalan Nuclear Factor-kappa B (NF-κB), sekaligus mengaktivasi pertahanan antioksidan Nrf2. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak kopi utuh, khususnya dari spesies Robusta, berprospek tinggi sebagai terapi anti-inflamasi alami, meskipun uji klinis lanjutan pada manusia dan studi bioaktivitas Robusta yang lebih banyak mutlak diperlukan untuk standarisasi dosis dan penguatan generalisasi.Mengacu pada protokol PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus (periode 2016–2026), yang kemudian diekstraksi menjadi 11 artikel eksperimental utama dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil pemetaan bibliometrik menunjukkan pergeseran tren riset menuju pembuktian mekanistik tingkat molekuler. Sintesis kualitatif mengonfirmasi bahwa kopi Robusta (Coffea canephora) memiliki efikasi terapeutik yang lebih unggul dibandingkan Arabika (Coffea arabica) berkat densitas asam klorogenat (CGA) yang lebih tinggi. Secara mekanistik, matriks senyawa kopi bekerja sinergis dengan menekan aktivasi kompleks TLR4/MyD88 dan menghambat jalur persinyalan Nuclear Factor-kappa B (NF-κB), sekaligus mengaktivasi pertahanan antioksidan Nrf2. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak kopi utuh, khususnya dari spesies Robusta, berprospek tinggi sebagai terapi anti-inflamasi alami, meskipun uji klinis lanjutan pada manusia mutlak diperlukan untuk standarisasi dosis.
References
Alelah, S. M. A., Abdulrazzaq, A. I., Hussein, M. O., Nasser, S. J., & Mssdf, A. K. (2026). Overview of extraction methods for phytochemicals: Principles, applications, and future directions. Results in Chemistry, 24, 103221. https://doi.org/10.1016/j.rechem.2026.103221
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lesmana Citra, Susetyarini Rr. Eko, Iffan Mochamad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





