POTENSI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGIS KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN ARABICA (Coffea arabica) SEBAGAI AGEN ANTI-INFLAMASI: TINJAUAN SISTEMATIS DAN ANALISIS BIBLIOMETRIK

Authors

  • Lesmana Citra Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia https://orcid.org/0009-0005-5556-2654
  • Susetyarini Rr. Eko Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Iffan Mochamad Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v9i2.2823

Keywords:

Antiinflamasi, Asam Klorogenat, Ekstrak Kopi, Fitokimia, Kafein

Abstract

Peradangan kronis merupakan pemicu utama berbagai penyakit degeneratif yang memerlukan intervensi nutrisi strategis. Kopi diyakini memiliki potensi farmakologis sebagai agen anti-inflamasi, namun perbandingan efikasi antar spesies dan mekanisme molekulernya perlu dipetakan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi anti-inflamasi kopi melalui desain metode campuran yang mengintegrasikan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Mengacu pada protokol PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus (periode 2016–2026), yang kemudian diekstraksi menjadi 11 artikel eksperimental utama  mencakup studi spesies-spesifik maupun studi pendukung mekanistik pada senyawa bioaktif kunci dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil pemetaan bibliometrik menunjukkan pergeseran tren riset menuju pembuktian mekanistik tingkat molekuler. Sintesis kualitatif mengindikasikan bahwa kopi Robusta (Coffea canephora) berpotensi memiliki efikasi terapeutik yang lebih unggul dibandingkan Arabika (Coffea arabica) berkat densitas asam klorogenat (CGA) yang lebih tinggi, meskipun bukti bioaktivitas langsung pada Robusta masih terbatas dibandingkan Arabika. Secara mekanistik, matriks senyawa kopi bekerja sinergis dengan menekan aktivasi kompleks TLR4/MyD88 dan menghambat jalur persinyalan Nuclear Factor-kappa B (NF-κB), sekaligus mengaktivasi pertahanan antioksidan Nrf2. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak kopi utuh, khususnya dari spesies Robusta, berprospek tinggi sebagai terapi anti-inflamasi alami, meskipun uji klinis lanjutan pada manusia dan studi bioaktivitas Robusta yang lebih banyak mutlak diperlukan untuk standarisasi dosis dan penguatan generalisasi.Mengacu pada protokol PRISMA 2020, pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus (periode 2016–2026), yang kemudian diekstraksi menjadi 11 artikel eksperimental utama dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil pemetaan bibliometrik menunjukkan pergeseran tren riset menuju pembuktian mekanistik tingkat molekuler. Sintesis kualitatif mengonfirmasi bahwa kopi Robusta (Coffea canephora) memiliki efikasi terapeutik yang lebih unggul dibandingkan Arabika (Coffea arabica) berkat densitas asam klorogenat (CGA) yang lebih tinggi. Secara mekanistik, matriks senyawa kopi bekerja sinergis dengan menekan aktivasi kompleks TLR4/MyD88 dan menghambat jalur persinyalan Nuclear Factor-kappa B (NF-κB), sekaligus mengaktivasi pertahanan antioksidan Nrf2. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa ekstrak kopi utuh, khususnya dari spesies Robusta, berprospek tinggi sebagai terapi anti-inflamasi alami, meskipun uji klinis lanjutan pada manusia mutlak diperlukan untuk standarisasi dosis.

References

Alelah, S. M. A., Abdulrazzaq, A. I., Hussein, M. O., Nasser, S. J., & Mssdf, A. K. (2026). Overview of extraction methods for phytochemicals: Principles, applications, and future directions. Results in Chemistry, 24, 103221. https://doi.org/10.1016/j.rechem.2026.103221

Downloads

Published

2026-08-31