ANALISIS PERBANDINGAN KADAR AKRILAMIDA PADA PRODUK OLAHAN AYAM BERBUMBU DAN TIDAK BERBUMBU HASIL PEMBAKARAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)

Authors

  • Azahra Risma Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Jawa Barat, Indonesia
  • Tuslinah Lilis Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Jawa Barat, Indonesia
  • Fathurrohman Mochamad Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v9i2.2848

Keywords:

Akrilamida, Ayam Bakar, KCKT, Validasi Metode

Abstract

Senyawa akrilamida diketahui dapat muncul pada pangan yang diproses pada temperatur tinggi akibat terjadinya reaksi Maillard, yang melibatkan interaksi antara asam amino asparagin dengan gula pereduksi. Senyawa ini menjadi perhatian karena bersifat neurotoksik, genotoksik, dan berpotensi karsinogenik. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar akrilamida pada ayam bakar berbumbu dan tanpa bumbu menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sampel yang digunakan berupa tiga bagian dada ayam dengan tiga kali ulangan analisis. Ayam bakar berbumbu dimarinasi menggunakan bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, garam, dan kecap, sedangkan sampel tanpa bumbu dibakar tanpa marinasi. Metode analisis divalidasi melalui uji linearitas, presisi, akurasi, batas deteksi (LOD), dan batas kuantifikasi (LOQ). Hasil validasi menunjukkan metode memenuhi kriteria dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9996, presisi (%RSD) 0,370%, akurasi (% recovery) 85,63–108,34%, LOD 0,121 ppm, dan LOQ 0,367 ppm. Hasil analisis menunjukkan kadar akrilamida pada ayam bakar tanpa bumbu sebesar 7,12 ppm dan ayam bakar berbumbu sebesar 15,80 ppm. Kadar yang lebih tinggi pada ayam bakar berbumbu diduga berkaitan dengan penambahan kecap yang mengandung gula pereduksi sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan akrilamida selama pembakaran. Secara deskriptif, penggunaan bumbu marinasi yang disertai kecap tidak menunjukkan penurunan kadar akrilamida pada ayam bakar. Kadar akrilamida pada kedua sampel melebihi batas acuan FDA sebesar 2 ppm sehingga menjadi perhatian dalam aspek keamanan pangan.

References

Ali, A. H. (2022). High-Performance Liquid Chromatography (HPLC): A review. Annals of Advances in Chemistry, 6(1), 10–20. https://doi.org/10.29328/journal.aac.1001026

Batiha, G. E. S., Beshbishy, A. M., Wasef, L. G., Elewa, Y. H. A., Al-Sagan, A. A., El-Hack, M. E. A., Taha, A. E., Abd-Elhakim, Y. M., & Devkota, H. P. (2020). Chemical constituents and pharmacological activities of garlic (Allium sativum L.): A review. In Nutrients (Vol. 12, Issue 3). MDPI AG. https://doi.org/10.3390/nu12030872

Cerrah, S., Ozcicek, F., Gundogdu, B., Cicek, B., Coban, T. A., Suleyman, B., Altuner, D., Bulut, S., & Suleyman, H. (2023). Carvacrol prevents acrylamide-induced oxidative and inflammatory liver damage and dysfunction in rats. Frontiers in Pharmacology, 14. https://doi.org/10.3389/fphar.2023.1161448

Epshtein, N. A. (2020). System suitability requirements for liquid chromatography methods: Controlled parameters and their recommended values. Pharmaceutical Chemistry Journal, 54(11), 1094–1108.

European Food Safety Authority. (2021). Assessment of the genotoxicity of acrylamide. EFSA Journal, 20(5), 7293. Dokumen ini menegaskan bahwa akrilamida dan metabolitnya (glisidamida) memiliki sifat genotoksik yang menjadi dasar kekhawatiran terhadap risiko kesehatan manusia.

Harmita. (2004). Petunjuk pelaksanaan validasi metode dan cara perhitungannya. Majalah Ilmu Kefarmasian, 1(3), 117–135.https://doi.org/10.7454/psr.v1i3.3375

Gupta, M. K., Ghuge, A., Parab, M., Al-Refaei, Y., Khandare, A., Dand, N., & Waghmare, N. (2022). A comparative review on High-Performance Liquid Chromatography (HPLC), Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC) & High-Performance Thin Layer Chromatography (HPTLC) with current updates. Current Issues in Pharmacy and Medical Sciences, 35(4), 224–228. https://doi.org/10.2478/cipms-2022-0039

ICH. (2022). Analytical Procedure Development Q14 Draft. In Ich Harmonised Guideline. European Medicines Agency. https://www.ema.europa.eu/en/documents/scientific-guideline/ich-guideline- q14-analytical-procedure-development-step-2b_en.pdf

Ikhsan, M., Harahap, Y., & Saputri, F. C. (2022). Development and validation of HPLC-UV method for simultaneous analysis of acrylamide and glycidamide in volumetric absorptive microsampling. International Journal of Applied Pharmaceutics, 14(5), 170–174. https://doi.org/10.22159/ijap.2022v14i5.4544

Iswandi, I., Purwantari, Y., & Widyasti, J. H. (2023). Penetapan kadar akrilamida pada naget ayam dengan perbedaan proses pengolahan secara kromatografi cair kinerja tinggi. MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 12(2), 190–201. https://doi.org/10.48191/medfarm.v12i2.241

Khan, M., Moniruzzaman, M., & Razu, M. H. (2019). Method development and validation for the quantification of acrylamide in potato chips and other locally available food by LC-MS/MS in Bangladesh. Food and Nutrition Sciences, 10(7), 876–892. https://doi.org/10.4236/fns.2019.107063

Ly, L., Phikhher Eav, L., Tepy Chanto, M., Parakulsuksatid, P., & Tan, R. (2024). Evaluation of Physicochemical and Microbiological Characteristics of Different Soy sauces Sold in Phnom Penh, Cambodia. Journal of Food Science and Nutrition Research, 07(01). https://doi.org/10.26502/jfsnr.2642-110000147

Downloads

Published

2026-08-31