ANALISIS BEBAN BIAYA DAN KESESUAIAN TARIF PAKET PEMBIAYAAN KESEHATAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG RAWAT INAP

Authors

  • Skarayadi Oskar Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Indonesia
  • Ramdani Robby Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Indonesia
  • Senja Amergo Tantang Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Indonesia
  • Afifah Fauziah Nurul Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v9i2.2929

Keywords:

Cost of Illness, Gagal Jantung, INA-CBGs, Rawat Inap, Farmakoekonomi

Abstract

Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskular dengan beban pembiayaan besar, terutama pada rawat inap. Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini menganalisis Cost of Illness (COI) pasien gagal jantung rawat inap periode Januari-Desember 2024 dari perspektif rumah sakit, menilai kesesuaian tarif klaim INA-CBGs terhadap tarif rumah sakit, serta pengaruh karakteristik pasien terhadap besaran biaya. Menggunakan pendekatan prevalence-based dengan desain retrospektif dan total sampling (n=70), data dianalisis dengan membandingkan tarif rumah sakit dengan tarif INA-CBGs kemudian dihitung selisih positif atau negatifnya. Total biaya pengobatan selama periode penelitian mencapai Rp616.674.211 (rerata Rp8.809.632/pasien), didominasi biaya rawat inap (44,43%), obat (17,62%), dan laboratorium (16,82%). Tarif riil rata-rata (Rp7.310.686) signifikan lebih tinggi dari tarif INA-CBGs (Rp6.002.398) (p<0,001); 31 dari 40 kombinasi kode-kelas (77,5%) mengalami selisih negatif, terbesar pada kode gagal jantung dengan tingkat keparahan sedang di kelas 3 (I-4-12-II) dan kode kateterisasi jantung (I-1-15-II). Kelas perawatan (p=0,041) dan jumlah komorbid (p<0,001) berpengaruh signifikan terhadap tarif riil, sedangkan jenis kelamin, usia, dan jenis komorbid tidak berpengaruh. Temuan ini mengindikasikan potensi defisit pembiayaan rumah sakit dan perlunya peninjauan tarif INA-CBGs, khususnya untuk penyakit kardiovaskular dan gagal jantung dengan komorbid, serta strategi pengendalian mutu dan biaya obat.

References

Arisandi, J., Lorensia, A., & Rahem, A. (2025). Determinants of cost discrepancies in inpatients with acute decompensated heart failure. Heart Science Journal. https://doi.org/10.21776/ub.hsj.2025.006.01.13

Cavusoglu, Y., Murat, S., Sahin, A., Colluoglu, I. T., & Ural, D. (2024). Burden of comorbidities in heart failure patients in Türkiye. Turkish Journal of Medical Sciences, 54(7). https://doi.org/https://doi.org/10.55730/1300-0144.5934

Chan, J. C. H., & Chan, M. C. Y. (2023). SGLT2 Inhibitors : The Next Blockbuster Multifaceted Drug ? Medicina, 59(388), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/medicina59020388

Downloads

Published

2026-09-11