Pembentukan Poliembrioni pada Biji Buah Jeruk Peras (Citrus sinensis L.)

Authors

  • Aditya Wahyudhi Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.36423/agroscript.v2i1.529

Abstract

Poliembrioni merupakan pembentukan lebih dari satu embrio yang terjadi pada biji yang dikecambahkan. Terjadinya poliembrioni akibat zigot yang terpecah, perkembangan satu atau lebih sinergit, dan terdapat satu atau lebih kantung embrio per inti sel, dan variasi benuk adventif dari embrio. Tujuan penelitian untuk mengkaji pembentukan benih poliembrioni pada buah jeruk peras dan mempelajari pertumbuhan bibit dari benih poliembrioni. Berdasarkan pengamatan terhadap beberapa buah jeruk peras didapat bahwa rerata presentrase pembentukan benih poliembrioni pada setiap buah jeruk peras yaitu 47,92%. Adapun pertumbuhan bibit jeruk asal benih poliembrioni saat berumur 4 minggu yaitu tinggi tanaman rata-rata sebesar 3,075 cm, diameter biji 0,111 cm, jumlah daun 2 helai, luas daun 2,21 cm2, berat kering bibit 0,34 g, dan vigor hipotetis sebesar 7,76. Bibit jeruk yang tumbuh dari embriozigotik umumnya memiliki tampilan yang berbeda dari induknya karena gen yang berasa dari dua tetua. Namun bibit yang tumbuh dari embrio nuselar memiliki tampilan yang sama dengan induk betina akibat diferensiasi sel somatik.

References

Andrade-Rodríguez, M., Villegas-Monter, A., Carrillo-Castañeda, G., & García- Velázquez, A. (2004). Polyembryony and identification of Volkamerian lemon zygotic and nucellar seedlings using RAPD. Pesq. agropec. bras., Brasília . 39(6), 551-559.

Andrini, A., Suharsi, T. K., & Surahman, M. (2013). Studi poliembrioni dan penentuan tingkat kemasakan fisiologis benih Japansche Citroen berdasarkan warna kulit buah. Jurnal Hortikultura 23(3), 195-202

Frost, H. B., & Soost, R. K. (1968). Seed reproduction: Development of Gametes and Embryo. Di dalam: Reuther W, Batchelor LD, Webber HJ, editor. The Citrus Industry. Volume II. Anatomy, Physiology, Genetics and Reproduction. California (US): 290-324.

Hakim, L., & Fauzi, M. A. (2008). Pengaruh Ukuran Kotiledon TerhadapPertumbuhan Semai Ulin (Eusyderoxylon zwageri T. Et B). Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan 2 (1), 2-5.

Kepiro, J. L, & Roose, M. L. (2007). ‘Nucellar Embryony’, In Khan, IA (ed.). Citrus Genetics, Breeding and Biotechnology. London (GB), Biddlles Ltd, Kings Lynn.

Salisbury, P. B., & Ross, C. W. (1992). Plant Physiology. California (US): Wadsworth Pub.Com.belmont. hlm 682.

Subantoro, R, & Prabowo, R. (2012). Benih poliembrio pada tanaman kokosan dan jeruk. Mediagro 8(1), 86-97.

Yasin, M., Saptadi, D., Kendarini, N., & Agisimanto, D. (2017). Keragaman genetic hasil aplikasi kolkhisisn pada tanaman jeruk siam cv. Pontianak (Citrus nobilis) secara morfologi dan molekuler. Jurnal produksi tanaman 5(11), 1835-1844.

Downloads

Published

2020-06-30

How to Cite

Wahyudhi, A. (2020). Pembentukan Poliembrioni pada Biji Buah Jeruk Peras (Citrus sinensis L.). AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 2(1), 49–55. https://doi.org/10.36423/agroscript.v2i1.529

Issue

Section

Articles