Case Study of Distribution and Management of Lumpy Skin Disease of Beef Cattle in Cisempur Village, Cibalong Subdistrict, Tasikmalaya District, West Java Province

Authors

  • Rangga Suandana Perjuangan Tasikmalaya of University
  • Rismasari Perjuangan Tasikmalaya of University
  • Firgian Ardigurnita
  • Dwi Wijayanti Universitas Perjuangan Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.36423/baar.v8i2.2870

Abstract

Penyakit Kulit Berbenjol (Lumpy Skin Disease/LSD) merupakan salah satu penyakit ternak yang saat ini banyak terjadi di Desa Cisempur, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, daerah yang sebagian besar penduduknya memiliki peternakan sapi potong, beberapa di antaranya terpapar penyakit LSD. Terdapat beberapa alternatif upaya pengobatan virus LSD, antara lain vaksinasi, pengobatan tradisional, biosekuriti, dan karantina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penyebaran virus LSD di daerah tersebut dan efektivitas pengobatan yang dilakukan. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis uji skala Likert dan analisis statistik Kruskal-Wallis jika terdapat perbedaan signifikan, kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney dengan total sampel 267 ekor sapi dari total 40 peternak. Setelah melakukan survei lapangan, wawancara, dan analisis, ditemukan bahwa tingkat penyebaran virus LSD di daerah Cisempur tinggi, sebagaimana dibuktikan oleh seluruh sampel penelitian, dengan total 40 sampel yang telah dikonfirmasi terinfeksi virus tersebut. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa semua parameter penelitian berbeda secara signifikan (P < 0,05). Persentase tingkat efektivitas masing-masing alternatif adalah sebagai berikut: vaksin; 83,25% pengobatan tradisional; 73,25% biosekuriti; 74,25% karantina; 49,50%. Berdasarkan hasil tersebut, ditemukan bahwa alternatif penanganan virus LSD dengan metode vaksin adalah alternatif yang paling efektif.

References

Abutarbush, S. M. (2017). Lumpy Skin Disease (Knopvelsiekte, Pseudo-Urticaria, Neethling Virus Disease, Exanthema Nodularis Bovis). In J. Bayry (Ed.), Emerging and Re-emerging Infectious Diseases of Livestock (pp. 309–326). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-47426 7_14

Amam, A., Harsita, P. A., Jadmiko, M. W., & Romadhona, S. (2021). Aksesibilitas Sumber Daya pada Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat. Jurnal Peternakan, 18(1), Article 1. https://doi.org/10.24014/jupet.v18i1.10923

Arifin, J., & . S. (2019). Jarak Genetik Sapi Pasundan Melalui Kraniometri Antar Pendekatan Wilayah Pangandaran, Tasikmalaya Dan Garut Jawa Barat. Jurnal Ternak, 10(1), 12. https://doi.org/10.30736/ternak.v10i1.36

Calistri, E. F. S., Calistri, P., DeClercq, K., De Vleeschauwer, A., Gubbins, S., Klement, E., Stegeman, A., Cortiñas Abrahantes, J., Antoniou, S.-E., Broglia, A., & Gogin, A. (2018). Lumpy skin disease: Scientific and technical assistance on control and surveillance activities. EFSA Journal, 16(10), e05452. https://doi.org/10.2903/j.efsa.2018.5452

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Suandana, R., Rismasari, Ardigurnita, F., & Wijayanti, D. (2026). Case Study of Distribution and Management of Lumpy Skin Disease of Beef Cattle in Cisempur Village, Cibalong Subdistrict, Tasikmalaya District, West Java Province. Bulletin of Applied Animal Research, 8(2), 134–144. https://doi.org/10.36423/baar.v8i2.2870