Peran Bahan Organik dan Pengelolaan Tinggi Genangan dalam Meningkatkan Produktivitas Padi Sawah (Oryza sativa L)

Authors

  • Sri Utami Lestari Universitas Lancang Kuning
  • Alhafiz Alhafiz Universitas Lancang Kuning
  • Valian Grasio Napitupulu Universitas Lancang Kuning
  • Seprita Lidar Universitas Lancang Kuning
  • Roy Ibrahim Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.36423/agroscript.v8i2.2617

Keywords:

Bahan organik, Padi, Tinggi genangan

Abstract

Produksi beras di Indonesia cenderung menurun sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas padi guna menjaga ketahanan pangan. Lahan tergenang seperti gambut, bahan organik berperan penting dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan peran bahan organik dan tinggi genangan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah (Oryza sativa L.) Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktor yaitu faktor pertama pengaruh tinggi genangan dan faktor kedua adalah pemberian bahan organik dengan 3 taraf, masing masing taraf terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah tinggi genangan dengan 3 taraf yaitu 1: tinggi genangan 2 cm, 2: tinggi genangan 4 cm, 3: tinggi genangan 5 cm. Faktor kedua adalah pemberian bahan organik yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 0: pemberian Azolla microphylla 6,8 ton ha-1 (28 g polybag-1), 1: pemberian pupuk kandang ayam 5 ton ha-1 (50 g polybag-1), 2: pemberian pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 (100g polybag-1). Parameter pengamatan tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (anakan), jumlah malai. bobot gabah kering panen (g), bobot gabah kering giling (g), bobot kering oven berangkasan (g). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi perlakuan tinggi genangan dan pupuk organik serta perlakuan tinggi genangan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan, tetapi perlakuan bahan organik berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 merupakan perlakuan terbaik.

References

Asmani, N. (2012). Pengelolaan lahan rawa gambut terdegradasi melalui pengayaan karbon mendukung ketahanan pangan beras. Jurnal Lahan Suboptimal, 1(1), 83-91. Retrieved from: https://doi.org/10.33230/JLSO.1.1.2012.11

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. (2021). Luas panen dan produksi padi di Riau 2021 (angka sementara). Retrieved from: https://riau.bps.go.id/id/publication/2022/08/01/b5ad747b6e412a8b52de9adc/luas-panen-dan-produksi-padi-di-provinsi-riau-2021.html [Accessed on 13 Agustus 2026].

Bazihizina, N., Paleni, C., Caparrotta, S., Macchiavelli, T., Guardigli, G., Colzi, I., Petrillo, M., Gonnelli, C., Saccomanno, A., Gregis, V., Mancuso, S., Comparini, D., Kater, M. M., & Pandolfi, C. (2025). Azolla mediated alterations in grain yield and quality in rice. Physiologia Plantarum, 177(2), 1–13. Retrieved from: https://doi.org/10.1111/ppl.70158

Cahyono, O., Sudadi, Minardi, S., Maro’ah, S., Syamsiah, J., & Prambudi, D. E. (2025). Application of rice husk biochar and NPK compound fertilizer to soil properties and yield of soybean (Glycine max L. Merr) in Alfisol. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1490, 012015. Retrieved from: https://doi.org/10.1088/1755-1315/1490/1/012015

Deslina, M., Yupi, H. M., & Saputra, R. H. (2022). Karakteristik tanah gambut tropis pada lahan perkebunan sawit serta hubungan antara parameter. Jurnal Gradasi Teknik Sipil, 6(2), 118–128. Retrieved from: https://doi.org/10.31961/gradasi.v7i1.1418

Fahmi, P., Nasrudin, N., & Nurhidayah, S. (2023). Respons pertumbuhan dan hasil padi tercekam salinitas pada penambahan berbagai bahan organik dan perbedaan umur bibit. Jurnal Agrotek Tropika, 11(1), 193-199. Retrieved from: https://doi.org/10.23960/jat.v11i2.5829

Ginting, P. A., Wawan, W., Puspita, F., Silalahi, C. B., & Zebua, A. C. (2025). Analysis of peat soil characteristics (histosol) at several maturity levels in oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) plantations in Lubuk Sakat Village, Kampar. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA), 7(3), 727–731. Retrieved from: https://doi.org/10.36378/juatika.v7i3.4579

Habibullah, M., Idwar, I., & Murniati, M. (2015). Pengaruh pupuk N, P, K dan pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan, hasil dan efisiensi produksi tanaman padi gogo (Oryza sativa L.) di medium tanah ultisol. JOM Faperta, 2(2), 1–14. Retrieved from: https://www.neliti.com/publications/202489/pengaruh-pupuk-n-p-k-dan-pupuk-organik-cair-poc-terhadap-pertumbuhan-hasil-dan-e

Halim, N. S., Adah A., Abdullah, R., Karsani, S. A., Osman, N., Panhwar, Q. A., & Ishak, C. F. (2018). Influence of soil amendments on the growth and yield of rice in acidic soil. Agronomy, 8(9). Retrieved from: https://doi.org/10.3390/agronomy8090165

Haryanto, R., Suwondo, S., Juandi, J., Siregar, S. H., & Risaundi, D. D. (2024). Peatlands and their relationship with poverty levels in Riau Province. International Journal of Sustainable Development and Planning, 19(11), 4349–4360. Retrieved from: https://doi.org/10.18280/ijsdp.191123

Karam, D. S., Nagabovanalli, P., Rajoo, K. S., Ishak, C. F., Abdu, A., Rosli, Z., Muharam, F. M., & Zulperi, D. (2022). An overview on the preparation of rice husk biochar, factors affecting its properties, and its agriculture application. In Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences, 21(3), 149–159. Retrieved from: https://doi.org/10.1016/j.jssas.2021.07.005

Masganti, K., Anwar, K., & Susanti, M. A. (2017). Potensi dan pemanfaatan lahan gambut dangkal untuk pertanian. Jurnal Sumberdaya Lahan, 11(2), 43–52. Retrieved from: https://doi.org/10.2018/jsdl.v11i1.8191

Ning, C., Liu, R., Kuang, X., Chen, H., Tian, J., & Cai, K. (2022). Nitrogen fertilizer reduction combined with biochar application maintain the yield and nitrogen supply of rice but improve the nitrogen use efficiency. Agronomy, 12(12), 1–17. Retrieved from: https://doi.org/10.3390/agronomy12123039

Oktaviansyah, A. K., & Oktari, O. (2018). Azolla agen bioremediasi air tercemar, penyumbang bahan organik, dan nitrogen serta antibiotik air di areal persawahan. Prosiding Seminar Nasional Hari Air Dunia, 1(1), 198–207. Retrieved from: https://conference.unsri.ac.id/index.php/semnashas/article/view/809/0

Padhiary, A. K., & Behera, S. (2017). Azolla cultivation: a solution to agriculture food security. Indian Farmer, 4(11), 850–854.

Pereira, A. L. (2017). The unique symbiotic system between a fern and a cyanobacterium, azolla-anabaena azollae: their potential as biofertilizer, feed, and remediation. In Symbiosis. InTech 1–18. Retrieved from: https://doi.org/10.5772/intechopen.70466

Phung, L. D., Ichikawa, M., Pham, D. V., Sasaki, A., & Watanabe, T. (2020). High yield of protein-rich forage rice achieved by soil amendment with composted sewage sludge and topdressing with treated wastewater. Scientific Reports, 10(1), 1–9. Retrieved from: https://doi.org/10.1038/s41598-020-67233-w

Rajagukguk, J. R. (2025). Degradasi lahan dan ketahanan pangan. Jurnal Ilmiah Teknik Dan Sains, 3(1), 188–195. Retrieved from: https://doi.org/10.62278/jits.v3i1.61.

Ramdani, D., Nasrudin, N., & Saleh, I. (2024). Hubungan kandungan klorofil, luas daun, dan hasil tanaman padi gogo akibat pengaturan jarak tanam dan pemberian pupuk kompos. Jurnal Triton, 15(1), 388-399. Retrieved from: https://doi.org/10.57687/jt.v15i2.780

Razavipour, T., Moghaddam, S. S., Doaei, S., Noorhosseini, S. A., & Damalas, C. A. (2018). Azolla (Azolla filiculoides) compost improves grain yield of rice (Oryza sativa L.) under different irrigation regimes. Agricultural Water Management, 209, 1-10. Retrieved from: https://doi.org/10.1016/j.agwat.2018.05.020

Septiyana, S., Sutandi, A., & Indriyati, L. T. (2017). Effectivity of soil amelioration on peat soil and rice productivity. J Trop Soils, 22(1), 11–20. Retrieved from: https://doi.org/10.5400/jts.2017.v22i1.11-20

Simarmata, T., Prayoga, M. K., Setiawati, M. R., Adinata, K., & Stöber, S. (2021). Improving the climate resilience of rice farming in flood-prone areas through azolla biofertilizer and saline-tolerant varieties. Sustainability, 13(21), 1–9. Retrieved from: https://doi.org/10.3390/su132112308

Syamsiyah, J., Sunarminto, B. H., & Mujiyo, M. (2016). Potensi Azolla sebagai substitusi pupuk kandang pada budidaya padi rganik. Journal of Sustainable Agriculture, 31(2), 102–107. Retrieved from: https://doi.org/10.20961/carakatani.v31i2.11956

Vroom, R. J. E., Smolders, A. J. P., Van de Riet, B. P., Lamers, L. P. M., Güngör, E., Krosse, S., Verheggen-Kleinheerenbrink, G. M., Van der Wal, N. R., & Kosten, S. (2024). Azolla cultivation enables phosphate extraction from inundated former agricultural soils. Water Research, 254, 1. Retrieved from: https://doi.org/10.1016/j.watres.2024.121411

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Lestari, S. U., Alhafiz, A., Napitupulu, V. G., Lidar, S., & Ibrahim, R. (2026). Peran Bahan Organik dan Pengelolaan Tinggi Genangan dalam Meningkatkan Produktivitas Padi Sawah (Oryza sativa L). AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 8(2), 201–211. https://doi.org/10.36423/agroscript.v8i2.2617

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.