Seed Priming Ekstrak Bahan Alami untuk Meningkatkan Benih Terong Ungu (Solanum melongena L.) Kadaluarsa

Authors

  • Muhammad Ahya Rosidi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Primadiyanti Arsela Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Ardaniah Ardaniah Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.36423/agroscript.v8i1.2675

Keywords:

expired seeds, natural extract, purple eggplant, revitalization, soaking

Abstract

Penurunan viabilitas benih akibat proses penuaan selama penyimpanan menjadi kendala dalam budidaya hortikultura, termasuk terong ungu. Benih yang telah melewati masa simpan optimal mengalami degradasi fisiologis sehingga daya kecambah dan vigor awal tanaman menurun. Oleh karena itu, penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) diperlukan untuk membantu mengaktifkan kembali proses metabolisme benih dan meningkatkan kemampuan perkecambahan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan viabilitas benih terong ungu kadaluarsa melalui teknik seed priming menggunakan ekstrak bahan alami sebagai sumber zat pengatur tumbuh alami. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor, yaitu jenis bahan invigorasi (air kelapa, ekstrak bawang merah, dan lidah buaya) serta konsentrasi (25% dan 50%) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi daya kecambah, waktu berkecambah, dan tinggi tanaman pada fase awal pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan invigorasi berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pengamatan. Air kelapa menghasilkan daya kecambah tertinggi, ekstrak bawang merah meningkatkan vigor pertumbuhan awal, sedangkan lidah buaya mempercepat waktu berkecambah dan meningkatkan tinggi tanaman. Dengan demikian, ekstrak bahan alami berpotensi digunakan sebagai teknologi revitalisasi benih yang ramah lingkungan.

References

Afdharani, R., Hasanuddin, H., & Bakhtiar, B. (2020). Pengaruh bahan invigorasi dan lama perendaman pada benih padi kadaluarsa (Oryza sativa L.) terhadap viabilitas dan vigor benih. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(1), 169–183. Retrieved from: https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i1.10361

Azka, N.A. (2021). Aplikasi ekstrak bawang merah dan kecambah kacang hijau untuk invigorasi benih cabai rawit (Capsicum frutescens L.) kadaluarsa. Agrotechnology Innovation (Agrinova), 4(1), 11–14. Retrieved from: https://doi.org/10.22146/a.74266

Ivena, K.I., Wijayanto, B., & Wartapa, A. (2022). Optimasi penggunaan ekstrak bawang merah Sebagai agen invigorasi untuk meningkatkan Kualitas benih buncis (Phaseolus vulgaris). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 29(2), 41–49. Retrieved fom: https://doi.org/10.55259/jiip.v29i2.15

Jayadi, W., Adnan, A., Utami, R.S., & Fransisko, E. (2023). Konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap invigorasi benih jagung (Zea mays L.) kadarluasa. Pucuk: Jurnal Ilmu Tanaman, 3(1), 17–26. Retrieved from: https://doi.org/10.58222/pucuk.v3i1.176

Juanda, B.R., Mulyani, C., & Sofiyana, S. (2016). Pengaruh masa kadaluarsa dan perendaman dalam air kelapa terhadap invigorasi benih semangka (Citurullus lunatus Thunb. Matsum. et Nankai). Agrosamudra, 4(2), 81–91. Retrieved from: https://ejurnalunsam.id/index.php/jagrs/article/view/254

Junaidi, I.L., & Bahrudin, B. (2018). Invigorasi benih tomat (Lycopersicum esculentum Mill) kadaluarsa dengan aplikasi air kelapa muda dan lama inkubasi. Mitra Sains, 6(1), 31–42.

Kurnianingrum, I., & Rosya, A. (2024). Optimalisasi pemberian zat pengatur tumbuh alami untuk perlakuan benih tomat (Solanum esculentum) dengan variasi konsentrasi guna peningkatan viabilitas benih. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 9(1), 65–72. Retrieved from: https://doi.org/10.32503/hijau.v9i1.4912

Malik, F., Faisal, F., Nazaruddin, M., Ismadi, I., & Nasruddin, N. (2025). Perkecambahan benih cabai rawit (Capsicum frutescens) kadaluarsa pada konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah menggunakan alat f & f manual germinator. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi, 4(1), 15–22. Retrieved from: https://ojs.unimal.ac.id/jimatek/article/view/24291

Mirwatululi, M. (2021). Aplikasi ekstrak bawang merah terhadap perkecambahan benih kedelai (Glycine max L.) kadaluarsa. Jurnal Sains Pertanian (JSP), 5(3), 92–98. Retrieved from: https://doi.org/10.51179/jsp.v5i3.1702

Nooyo, I., & Nasrul, M. (2025). Respon Benih jagung (Zea mays L.) kadaluarsa terhadap invigor berbagai zat pengatur tumbuh. PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian, 5(1), 98–112. Retrieved from: https://doi.org/10.55678/plantklopedia.v5i1.1706

Prabawa, P.S., Parmila, I.P., & Suarsana, M. (2020). Invigorasi benih sawi pagoda (Brassica narinosa) kadaluarsa dengan berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh alami. Agro Bali: Agricultural Journal, 3(1), 91–97. Retrieved from: https://doi.org/10.37637/ab.v3i1.462

Putro, D.S.S., Talkah, A., & Helilusiatiningsih, N (2021). Pengaruh macam ZPT alami dan lama perendaman terhadap pertumbuhan awal benih semangka (Citrullus lanatus) kadaluarsa varietas hibrida F1 (REDIN). Tropicorps, 4(1), 34–42. Retrieved from: https://doi.org/10.30587/tropicrops.v4i1.2332

Rahman, A.R., Sari, M., & Diaguna, R. (2024). Peningkatan daya simpan benih kedelai (Glycine max L.) melalui perlakuan antar periode simpan. Bul. Agrohorti, 12(2), 207–215. Retrieved from: https://doi.org/https://doi.org/10.29244/agrob.v12i2.55449

Sakinah, F., Purnamaningsih, S.L., & Yulianah, I. (2023). Respon benih cabai (Capsicum annum L.) kadaluarsa terhadap lama perendaman dan macam ZPT alami pada viabilitas, vigor dan pertumbuhan bibit. Jurnal Produksi Tanaman, 11(3), 199–208. Retrieved from: https://doi.org/10.21776/ub.protan.2023.011.03.07

Septirosya, T., Zulmi, D.R., & Zulaiha, S. (2024). Invigorasi benih cabai merah (Capsicum annuum L.) kadaluarsa melalui teknik hydropriming menggunakan air kelapa muda. Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences, 8(1), 71–80. Retrieved from: https://doi.org/10.25047/agriprima.v8i1.543

Wahab, F.A., Kandowangko, N.Y., & Ahmad, J. (2025). Studi pematahan dormansi dalam meningkatkan daya kecambah benih padi (Oryza sativa L.) varietas Mekongga dengan perlakuan GA 3. Tumbuhan: Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian dan Ilmu Kehutanan, 2(1), 1–12. Retrieved from: https://doi.org/10.62951/tumbuhan.v2i1.173

Zebua, C.S. (2025). Memanfaatkan air irisan bawang merah untuk meningkatkan kualitas perkecambahan benih buncis (Phaseolus vulgaris). PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 2(2), 183–188. Retrieved from https://sihojurnal.com/index.php/penarik/article/view/649

Downloads

Published

2026-03-20

How to Cite

Rosidi, M. A., Arsela, P., & Ardaniah, A. (2026). Seed Priming Ekstrak Bahan Alami untuk Meningkatkan Benih Terong Ungu (Solanum melongena L.) Kadaluarsa. AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 8(1), 70–80. https://doi.org/10.36423/agroscript.v8i1.2675

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.