ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS CIKALONG DENGAN AGREGAT HALUS GALUNGGUNG

Authors

  • Nurman Sidik Mahasiswa
  • Novi Asniar
  • Risnandar Nurdianto

DOI:

https://doi.org/10.36423/jitsi.v2i1.800

Abstract

Abstrak—Kota Tasikmalaya merupakan wilayah penghasil pasir dengan sumber dari Gunung Galunggung. Pasir tersebut memiliki kualitas yang baik yang memenuhi standar. Oleh karena itu tak jarang para penduduk luar wilayah juga berbondong-bondong untuk menggunakan pasir ini, namun ketersediaan pasir Galunggung semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Untuk meminimalkan penggunaan pasir dari Gunung Galunggung, maka digunakan alternatif lain sumber penghasil pasir yaitu Sungai Ciwulan di Kecamatan Cikalong. Untuk perlu adanya pengujian untuk mengetahui nilai dari kadar air, berat jenis dan penyerapan air pada material agregat, nilai kuat tekan beton pada umur  3, 7 dan 28 hari dari dua jenis bahan agregat halus yang berbeda dan agregat halus manakah yang memiliki nilai kuat tekan beton yang paling tinggi. Hasil pengujian nilai kadar air agregat halus cikalong sebesar 1,24% dan untuk agregat halus galunggung sebesar 2,46%. Hasil pengujian berat jenis agregat halus cikalong sebesar 1,90 dan untuk agregat halus galunggung sebesar 2,54. Hasil pengujian penyerapan air agregat halus cikalong sebesar 2,24% dan untuk agregat halus galunggung sebesar 1,91%. Berdasarkan data tersebut dihasilkan nilai kuat tekan beton terbesar pada umur 28 hari yaitu campuran agregat halus cikalong sebesar 22,98 MPa. Kata kunci —  Agregat halus Cikalong, agregat halus Galunggung, kadar air, berat jenis dan penyerapan air, kuat tekan beton.

Downloads

Published

2022-08-08

How to Cite

Nurman Sidik, N. S., Asniar, N., & Nurdianto, R. (2022). ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS CIKALONG DENGAN AGREGAT HALUS GALUNGGUNG. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 2(1), 18–25. https://doi.org/10.36423/jitsi.v2i1.800