Evaluation of Superovulation Results for In Vivo Embryo Production in Limousin and Simmental Cattle

Authors

  • Solana Muhammad Soleh Perjuangan Tasikmalaya of University
  • Rismasari Sari Perjuangan Tasikmalaya of University
  • Dwi Wijayanti Perjuangan Tasikmalaya of University
  • Novia Rahayu Perjuangan Tasikmalaya of University
  • Fahrudin Darlian Perjuangan Tasikmalaya of University
  • Putri Indah Ningtias Perjuangan Tasikmalaya of University

DOI:

https://doi.org/10.36423/baar.v8i2.2780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respons superovulasi dan kualitas embrio dari dua kelompok sapi yang diteliti, yaitu kelompok sapi Limousin dan Simmental, sehingga dapat diketahui dari kedua kelompok sapi tersebut mana yang memiliki tingkat respons dan kualitas embrio terbaik. Penelitian ini dilakukan di Pusat Embrio Ternak Cipelang (BET), menggunakan data sekunder tentang kualitas dan jumlah embrio yang dihasilkan pada sapi donor Limousin dan Simmental. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah korpus luteum (CL), tingkat respons, tingkat pemulihan, jumlah embrio yang dikumpulkan (1, 2, 3, 4 (DG/UF)), dan proporsi embrio yang dapat ditransfer, proporsi embrio degeneratif, dan proporsi embrio yang tidak dibuahi. Data yang dikumpulkan diuji menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah korpus luteum (CL), tingkat respons, tingkat pemulihan, total embrio yang dikumpulkan, proporsi embrio yang dapat ditransfer, proporsi embrio degeneratif (DG), dan proporsi embrio yang berhasil dibuahi (UF) pada sapi Limousin dan Simmental menunjukkan hasil yang berbeda namun tidak berbeda secara signifikan (P> 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sapi Limousin menghasilkan kualitas embrio yang lebih baik daripada sapi Simmental karena menghasilkan jumlah CL, tingkat respons, tingkat pemulihan, total embrio yang dikumpulkan, dan proporsi embrio degeneratif yang lebih rendah.

References

Bó, G. A., & Mapletoft, R. J. (2020). Superstimulation Of Ovarian Follicles In Cattle: Gonadotropin Treatment Protocols And FSH Profiles. Theriogenology, 150(Xxxx), 353–359. Https://Doi.Org/10.1016/J.Theriogenology.2020.02.001

Çizmeci, S. Ü., & Güler, M. (2018). Superovulation In Cows: A Review. International Journal Of Veterinary Science, 7(2), 65–68. Https://Www.Ijvets.Com/Pdf-Files/Volume-7-No-2-2018/65-68.Pdf

Darlian, F., Wahjuningsih, S., Rosmayanti, A., Jodiansyah, S., Jalaludin, L. A., Setiawan, Y., & Susilawati, T. (2021). Respon Superovulasi Sapi Persilangan Belgian Blue Dengan Metode Yang Berbeda. Jurnal Agripet, 21(2), 178–186. Https://Doi.Org/10.17969/Agripet.V21i2.20407

Djunaedi, M., Handarini, R., & Zamanti, D. (2019). Efektivitas Penyuntikan Fsh Secara Subkutan Dan Intramuskular Terhadap Respon Superovulasi Sapi Simental. Jurnal Peternakan Nusantara, 4(1), 41–50. Https://Doi.Org/10.30997/Jpnu.V4i1.1512

Hardiyanto, D., Sumantri, C., & Zamanti, D. (2016). Kualitas Embrio Pada Sapi Simmental Dan Limousin Dengan Kadar Protein Pakan Berbeda. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 4(2), 319–324. Https://Doi.Org/10.29244/Jipthp.4.2.319-324

Hartati, L., Rahayu, T. P., & Irawan, B. (2022). TINGKAH LAKU MAKAN SAPI LIMOUSIN DAN SIMENTAL DI DESA NGARGOMULYO DAN DESA SUMBER, KECAMATAN DUKUN, KABUPATEN MAGELANG, JAWA TENGAH (Feeding Behavior Of Limousine And Simental Cattle In Ngargomulyo And Sumber Village, Dukun District, Magelang Regency, Cen. Journal Of Livestock Science And Production, 6(2), 450–461.

Liamanu, S., Ngangi, L. R., Turangan, S. H., & Manopo, J. H. (2018). Respon Ovarium Sapi Limousin Dan Simmental Terhadap Induksi Fol. Zootec, 38(2), 396–406.

Revi, A., Solikhun, S., & Safii, M. (2018). Jaringan Syaraf Tiruan Dalam Memprediksi Jumlah Produksi Daging Sapi Berdasarkan Provinsi. KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi Dan Komputer), 2(1), 297–304. Https://Doi.Org/10.30865/Komik.V2i1.941

Setiawan, A., Dihansih, E., & Zamanti, D. (2017). PENGGUNAAN PREPARAT PROGESTERON DAN HORMON Gnrh DALAM PENENTUAN ESTRUS PADA PROGRAM SUPEROVULASI SAPI LIMOSIN. Jurnal Pertanian, 8(1), 7. Https://Doi.Org/10.30997/Jp.V8i1.631

Subchan, F. A., Handarini, R., & Siswanti, S. W. (2016). Perbedaan Waktu Penyuntikan Hormon FSH Terhadap Respon Superovulasi Sapi Angus. Jurnal Peternakan Nusantara, 2(1), 159–166.

Tjahjani, C. M. P., Herijanto, S., & Viastika, Y. M. (2021). Skema Optimalisasi Respon Transfer Embrio Sapi : Analisis Deskriptif Manajemen Kelompok Ternak Donor Dan Resipien. Media Peternakan, 22(2), 23–29.

Wiley, C. E. (2017). Methods To Enhance Embryo Quality And Recovery Rates In Superovulated Beef Cows. Animal Physiology, 1–117.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Solana Muhammad Soleh, Sari, R., Dwi Wijayanti, Novia Rahayu, Fahrudin Darlian, & Putri Indah Ningtias. (2026). Evaluation of Superovulation Results for In Vivo Embryo Production in Limousin and Simmental Cattle. Bulletin of Applied Animal Research, 8(2), 108–118. https://doi.org/10.36423/baar.v8i2.2780