Respons Pertumbuhan Cabai Rawit terhadap Kombinasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan NPK dengan Interval Waktu Pemupukan Berbeda

Authors

  • Adam Nizar Kusmara Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Arrin Rosmala Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Nasrudin Nasrudin Universitas Perjuangan Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.36423/agroscript.v8i1.2723

Keywords:

Cabai, Interval, Kombinasi pupuk, Pembibitan

Abstract

Pembibitan cabai memerlukan pemeliharaan rutin agar tanaman tumbuh secara optimal. Aplikasi kombinasi pupuk NPK dan POC urine kelinci dapat memacu proses pertumbuhan tanaman dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC urine kelinci dan NPK dengan interval waktu pemupukan yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Screen House Tanah Muda, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat pada bulan Juli sampai November 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama yaitu kombinasi POC urine kelinci dan NPK terdiri atas 60 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK, 60 mL L-1 POC urine kelinci dan NPK 2 g, 40 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK, dan 40 mL L-1 POC urine kelinci dan NPK 2 g. Faktor kedua yaitu interval waktu pemupukan terdiri atas 5 hari sekali dan 7 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC urine kelinci dapat meningkatkan tinggi bibit, jumlah daun, dan diameter batang. Perlakuan 40 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK dengan interval pemupukan 7 hari sekali menghasilkan bibit cabai rawit paling tinggi pada 18, 22, 26, 30, dan 34 HSS. Perlakuan tersebut juga menghasilkan jumlah daun terbanyak pada 26 HSS, serta diameter batang pada 26, 30, dan 34 HSS. Tidak berbeda nyata dengan perlakuan perlakuan 60 mL L-1 POC urine kelinci tanpa NPK dengan interval pemupukan 7 hari sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi POC urine kelinci saja mampu meningkatkan pertumbuhan bibit cabai secara optimal

References

Ardiyanto, W., & Jazilah, S. (2018). Pengaruh macam pupuk organik cair (POC) dan saat pemberian terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah (Capsicum annuum L.). Biofarm: Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2), 49-56. Retrieved from: https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i2.792

Aulia, M. R., & Makmur, M. (2020). Efektivitas pupuk organik cair fermentasi extrak daun lamtorogung terhadap pertumbuhan produksi jagung lokal mandar. AGROVITAL: Jurnal Ilmu Pertanian, 5(2), 55-59. Retrieved from: https://doi.org/10.35329/agrovital.v5i2.1739

Chayanto, I., Muharam, M., & Rahayu, Y. S. (2022). Efektivitas kombinasi pupuk organik cair urine kelinci dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) di dataran rendah. Jurnal Agroteknologi Fakultasi Pertanian Universitas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, 7(1), 97-104. Retrieved from: https://doi.org/10.31604/jap.v7i6.6825

Daryanti, D., Soemarah, T. K. D., Indrawan, M., & Supriyadi, T. (2020). Pengaruh macam pupuk organik padat dan interval pemberian pupuk organik cair pada pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Jurnal Ilmiah Agrineca, 20(1), 36-46. Retrieved from: https://doi.org/10.36728/afp.v20i1.996

Fadhillah, W., & Harahap, F. S. (2020). Pengaruh pemberian solid (tandan kosong kelapa sawit) dan arang sekam padi terhadap produksi tanaman tomat. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 7(2), 299-304. Retrieved from: https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2020.007.2.14

Fauzi, A., & Cahyani, W. (2021). Efisiensi pemupukan npk melalui aplikasi POC urine kelinci pada tanaman labu madu (Cucurbita Moscata Dusrch.). Jurnal Agritech, 23(1), 52-56. Retrieved from: https://doi.org/10.30595/agritech.v23i1.7875

Naillah, A., Budiarti, L. Y., & Heriyani, F. (2021). Literature Review: Analisis Kualitas Air Sungai Dengan Tinjauan Parameter pH, Suhu, BOD, COD, DO terhadap Coliform. Jurnal Homeostatis, 4(2), 487-494. Retrieved from: https://doi.org/10.20527/ht.v4i2.4041

Nurjanah, C., Rosmala, A., & Isnaeni, S. (2022). Pengaruh pupuk kandang ayam dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil sawi pagoda. Jurnal Hortikultura Indonesia, 13(2), 57-63. Retrieved from: https://doi.org/10.29244/jhi.13.2.57-62

Nurrohman, M., Suryanto, A., & Wicaksono, K. P. (2014). Penggunaan fermantasi ekstrak paitan (Tithonia diversifolia L.) dan kotoran kelinci cair sebagai sumber hara pada budidaya sawi (Brassica juncea L.) secara hidroponik rakit apung. Jurnal Produksi Tanaman, 2(8), 649-657. Retrieved from: https://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/156

Pamungkas, A. W. A. P., Wahyono, N. D., Nuraisyah, A., & Asmono, S. L. (2024). Pengaruh pupuk organik cair (POC) limbah tahu terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Jagat Tani: Jurnal Ilmu Pertanian, 3(1), 44-57. Retrieved from: https://doi.org/10.71333/qp915s94

Rabbani, W., Rosmala, A., & Isnaeni, S. (2022). Respon pertumbuhan kecombrang (Etlingera elatior) pada pemberian fermentasi urine kelinci dan air kelapa. AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 3(2), 90-98. Retrieved from: https://doi.org/10.36423/agroscript.v3i2.777

Rahmatika, W., Soenyoto, E., Andayani, R. D., & Susilo, Y. (2022). Peran pupuk organik cair urine kelinci pada tanaman pakcoy (Brassica rapa L). Jurnal Buana Sains, 22(3), 59-64. Retrieved from: https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/buanasains/article/view/4487/2155

Rismayanti, A., RosmalaA., & Lestari, P. (2024). Respons pertumbuhan dan produksi cabai merah (capsicum annuum l.) terhadap aplikasi pupuk NPK 16:16:16 dan pupuk organik urine kelinci. Jurnal Hortikultura Indonesia, 15(1), 8-15. Retrieved from: https://doi.org/10.29244/jhi.15.18-15

Rosmala, A., Isnaeni, S. & Yunita, R. (2023). Optimizing the growth of Tasikmalaya honje (Etlingera elatior) accession seeds by implementing fermentation of rabbit urine and coconut water. JERAMI: Indonesian Journal of Crop Science, 6(1), 14-20. Retrieved from: https://doi.org/10.25077/jijcs.6.1.14-20.2023

Santoso, U., & Biyatmoko, D. (2022). Likasi pupuk organik cair fermentasi urine kelinci (Pocferuci) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai di Wilayah Tungkaran Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Enviro Scienteae, 18(1), 202–209. Retrieved from: https://doi.org/10.20527/es.v18i1.13010

Sihabudin, D., Rosmala, A., & Isnaeni, S. (2022). Pengaruh frekuensi fermentasi urine kelinci dan air kelapa terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil bayam merah (Amaranthus gangeticus L.). AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 4(2), 57-68. Retrieved from: https://doi.org/10.36423/agroscript/v4i2.970

Sukrianto, & Munawaroh. (2021). Pengaruh pemberian berbagai konsentrasi POC urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil semangka (Citrullus lanatus). Jurnal Agrosains dan Teknologi, 6(2), 89-98. Retrieved from: https://doi.org/10.24853/jat.6.2.8998

Ummah, V. R., & Marpaung, D. S. S. (2022). Pengaruh pemberian pupuk organik urine kelinci terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea Reptans). Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis, 5(2), 102-110. Retrieved from: https://doi.org/10.51852/jaa.v5i2.484

WulandariA., Hendarto K., Andalasari T.D., & Widagdi, S. (2018). Pengaruh dosis pupuk NPK dan aplikasi pupuk daun terhadap pertumbuhan bibit cabai keriting (Capsicum annuum L.). Jurnal Agrotek Tropika, 6(1), 08-14. Retrieved from: https://doi.org/10.23960/jat.v6i1.2526

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Kusmara, A. N., Rosmala, A., & Nasrudin, N. (2026). Respons Pertumbuhan Cabai Rawit terhadap Kombinasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci dan NPK dengan Interval Waktu Pemupukan Berbeda. AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 8(1), 167–179. https://doi.org/10.36423/agroscript.v8i1.2723

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.