Respon Pertumbuhan Kecombrang (Etlingera elatior) pada Pemberian Fermentasi Urine Kelinci dan Air Kelapa

Authors

  • Wildan Rabbani Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Arrin Rosmala Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Selvy Isnaeni Universitas Perjuangan Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.36423/agroscript.v3i2.777

Keywords:

air kelapa, fermentasi urine kelinci, kecombrang

Abstract

Kecombrang merupakan salah satu tanaman rempah di Indonesia yang sering dimanfaatkan secara tradisional sebagai bahan pencipta rasa pada makanan juga untuk obat tradisional seperti menghilangkan dahak dan batuk. Urine kelinci merupakan cairan yang mampu memberikan suplai nitrogen yang cukup tinggi bagi tanaman, hal ini disebabkan oleh tingginya kadar nitrogen yang terdapat di dalamnya. Air kelapa merupakan produk tanaman dengan salah satu zat gizi yang mempunyai kadar tinggi yaitu kalium sebesar 3120 mg L-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan fermentasi urine kelinci dengan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman kecombrang dan untuk mendapatkan perlakuan yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman kecombrang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 – Januari 2021 di Screen house Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan ketinggian tempat 359 mdpl. Penelitian menggunakan fermentasi urine kelinci dan air kelapa. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian fermentasi urine kelinci 25% menghasilkan jumlah akar paling banyak yaitu sebesar 5,2 helai. Perlakuan urine kelinci tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, warna daun dan lebar daun.

References

Askal, M., & Anton, R. P. (2015). Chemical composition, phytochemical and antioxidant activity from extract of Etlingera elatior flower from Indonesia. Jurnal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 3(6), 233–238.

Choon, S. Y., & Ding, P. (2017). Physiological changes of torch ginger (Etlingera elatior) in florescence during development. Hort. Science, 52(3), 479–482.

Djafar, T. A., Barus, A., & Syukri. (2013). Respon pertumbuhan dan produksi sawi (Brassica juncea L.) terhadap pemberian urine kelinci dan pupuk guano. Jurnal Online Agroekoteknologi, 1(3), 2337- 6597.

Dongoran, Y. R., & Sularno. (2019). Efektivitas interval waktu pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan bibit tanaman karet (Havea brasilliensis). Jurnal Agrosains dan Teknologi, 4(2), 2019.

Handayani, T., Sholihah, A., & Asmaniyah, S. (2020). Pengaruh aplikasi pupuk kandang, NPK dan urine kelinci terhadap pertumbuhan dan produksi dua macam varietas tanaman mentimun (Cucumis sativus L). Jurnal Agronisma, 8(1), 12-21.

Kristina, P. N., & Syahid, S. F. (2012). Pengaruh air kelapa terhadap multiplikasi tunasin vitro, produksi rimpang,dan kandung anxanthorrhizol temulawak di lapangan. Jurnal Littri, 18(3), 125-134.

Maimulyanti, A., Prihadi, A. R. (2015). Chemical composition, phytochemical and antioxidant activity from extract of (Etlingera elatior) flower from Indonesia. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 3(6), 233-238.

Marini, & Sitorus, H. (2019). Beberapa tanaman yang berpotensi sebagai repelen di Indonesia. J. Spirakel, 11 (1), 24-33.

Rosmala, A., Isnaeni, S., & Permadi, D. (2020). Respon pertumbuhan dan keragaan warna tanaman honje aksesi Tasikmalaya terhadap perlakuan nutrisi hidroponik. Jurnal Agrosintesa, 3(1), 31-37.

Rosniawaty, S., Sudirja, R., & Afrianto, H. (2015). Pemanfaatan urin kelinci dan urin sapi sebagai alternatif pupuk organik cair ada pembibitan kakao (Theobromacacao L.). Jurnal Kultivasi, 14 (1), 32-36.

Segari, A., Rianto, H., & Susilowati, Y. E. (2017). Pengaruh macam media dan dosis urin kelinci terhadap hasil tanaman seledri (Apium graveolens L.). Jurnal Ilmu Pertanian Tropika dan Subtropika, 2 (1), 1 - 4.

Sembiring, M. Y., Setyobudi, L., & Sugito, Y. (2017). Pengaruh dosis pupuk urin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tomat. Jurnal Produksi Tanaman, 5(1), 132-139.

Sukandar, D., Radiastuti, N., Muawanah, A., & Hudaya, A. (2011). Antioxidant activity from water extract of kecombrang flower (Etlingera elatior). Jurnal Kimia Valensi, 2(2), 393-398.

Surachman, D. (2011). Teknik pemanfaatan. Jurnal Buletin Teknik Pertanian, 16 (1), 37-44.

Suryani, N., Nurjanah, D., & Indriatmoko, D. D. (2019). Aktivitas antibakteri ekstrak batang kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) terhadap bakteri plak gigi streptococcus mutans. Jurnal Kartika Kimia, 2(1), 23-29.

Syifa, T., Isnaeni, S., & Rosmala, A. (2020). Pengaruh jenis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassicaee narinosa L.). Jurnal Agroscript, 2 (1), 21-33.

Tan, J., Nagaraj, H., & Srikumar, C. (2011). Antioxidant effects of Etlingera elatior peroxidation in rats. BMC Research Notes. 4, 6–7.

Tiwery, R. R. (2014). Pengaruh penggunaan air kelapa (Cocos nucifera) terhadap pertumbuhan tanamn sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Biopendix, 1 (1), 86-94.

Downloads

Published

2021-11-14

How to Cite

Rabbani, W., Rosmala, A., & Isnaeni, S. (2021). Respon Pertumbuhan Kecombrang (Etlingera elatior) pada Pemberian Fermentasi Urine Kelinci dan Air Kelapa. AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences, 3(2), 90–98. https://doi.org/10.36423/agroscript.v3i2.777

Issue

Section

Articles